Waktu Posting : 22-03-2016 19:10 | Dibaca : 2292x
15-05-2015 21:19
Kadar kolesterol darah Mendengarkan kata kolesterol, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah sesuatu yang negatif. Bagaimana tidak, kebanyakan orang tentunya sudah tidak asing dengan istilah kolesterol tinggi bukan? Terlebih penyakit satu ini memang menjadi penyakit lumrah yang diderita oleh kaum urban dan masyarakat modern. Koleseterol sendiri sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dinding sel serta memproduksi hormon. Catatan penting, kolesterol yang dibutuhkan tentunya dalam batas normal. Jika sudah melewati ambang batas, tentunya membutuhkan obat herbal untuk penyakit kolesterol. Kolesterol itu sendiri adalah senyawa yang memiliki tekstur lembek dan terletak diantara lemak dan sel tubuh. Itulah mengapa kita sering mendengar istilah kandungan kolesterol di dalam aliran darah. Setidaknya, ada 2 jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik. Baca juga : Resep untuk Merapatkan Vagina  Selain berperan aktif dalam produksi hormon, kolesterol pun adalah komponen pentin dalam pembentukan asam empedu. Tak hanya itu, kolesterol pun menjadi salah satu komponen dalam vitamin D dan produksi hormon steroid. Sayangnya, kadar kolesterol di dalam darah tetaplah tidak boleh terlalu kebanyakan. Hal tersebut akan memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, batu empedu, stroke dan lain sebagainya. Kadar trigliserida dan kolesterol Selain kolesterol adapula trigliserida, yakni sejenis lemak di dalam aliran darah. Kadar trigliserida yang tinggi di dalam tubuh biasanya diikuti pula oleh kadar kolesterol yang tinggi. Kondisi ini berarti kadar LDL jauh lebih tinggi daripada kadar HDL di dalam aliran darah. Kolesterol seyogyanya berasal dari dalam maupun luar tubuh manusia, yaitu dari makanan yang Anda konsumsi. Biasanya makanan semacam ini berasal dari hewan, seperti telur dan daging. Baca juga : Cara Membuat Jus Buah yang Enak dan Menyegarkan  Penumpukan kolesterol pada aliran darah ternyata mampu menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh. Alhasil darah pun kesulitan mengalir lewat pembuluh darah yang ada di seluruh bagian tubuh Anda. Mungkin Anda tak menyadarinya dari sekrang, namun jumlah darah yang berkurang mengaliri seluruh jaringan tubuh akan berdampak tidak baik. Hal inilah yang coba dijelaskan dalam kesehatan.tips dan menyajikan obat herbal untuk penyakit kolesterol
05-06-2014 15:54
Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS. Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain
28-06-2014 05:38
Pada prinsipnya, tiada persoalan untuk pasien hipertensi guna berpuasa, sepanjang tensi darahnya teratasi serta pasien meminum obat dengan cara teratur. Waktu ini telah banyak obat yang dapat diminum cukup satu kali dalam satu hari, yang dapat diminum waktu sahur atau berbuka. Terkecuali untuk pasien yang memperoleh dosis tiga kali /hari serta tensi darah tetap dalam step penyesuaian dengan dosis. Di samping itu, pasien hipertensi pun mesti tetap mencermati gaya hidup yang sehat sepanjang berpuasa. Kunci utama untuk pasien hipertensi dalam melaksanakan ibadah puasa ialah mengatur tensi darah supaya tetap stabil.  Baca juga : Kenali Penyebab Hipertensi Sekunder Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar tensi atau tekanan darah Anda tetap stabil : Jauhi makanan yang memiliki kandungan banyak garam atau asin, makanan yang diawetkan, makanan kaleng, serta makanan cepat saji. Kurangi makanan yang memiliki kandungan lemak. Mengatur berat tubuh dengan konsumsi protein seperlunya. Banyak makan makanan yang memiliki kandungan kalsium lantaran kalsium dapat turunkan desakan darah. Kalsium terdapat banyak di sayuran serta buah-buahan. Olahraga teratur paling sedikit 30 menit. Olahraga ringan sepanjang bln puasa seperti jalan kaki atau melaksanakan pekerjaan rumah. Jadi, untuk Anda pasien hipertensi Anda dapat tetap menjalani beribadah puasa sepanjang bln ramadhan. Lantaran kecuali menunaikan perintah agama, beragam riset medis menunjukkan puasa pun baik untuk kesehatan. Apa sih Hipertensi itu? Hipertensi ialah satu situasi dimana seorang alami penambahan tekanan darah diatas normal di mana tekanan darah sistolik semakin besar atau sama juga dengan 140 mmHg serta atau desakan diastolic sama atau semakin besar 90 mmHg.  Baca juga : Kiat Membatasi Makanan Tinggi Lemak Bagi Anak Anda Hipertensi tak mempunyai tanda-tanda yang spesial hingga kerapkali susah disadari oleh penderitanya. Karenanya tiap-tiap orang, terlebih yang mempunyai resiko hipertensi serta berumur di atas 30 thn dianjurkan untuk memerikasakan darah dengan cara teratur. Tetapi ada berbagai hal yang bisa menjadi indikator hipertensi, yakni pusing atau sakit kepala, kerap gelisah, muka merah, tengkuk jadi pegal, gampang tersinggung, telinga berdenggung, sulit tidur, sesak napas, gampang capek, mata berkunang-kunang, mimisan, serta pandangan kabur Beragam unsur yang menyebabkan terjadinya hipertensi, dimulai dari pola hidup, umur, kegemukan atau obesitas, kurang kegiatan fisik, kurang berolaraga, terlampau banyak mengkonsumsi garam, merokok, minum alkohol terlalu berlebih, serta stres. Yakinkan Anda mempunyai alat pengukur tensi darah, baik yang berbentuk cuff air raksa (sphygmomanometer) maupun alat digital yang lain. Alat ini penting untuk mengukur penambahan tensi darah diatas normal yang diperlihatkan oleh angka systolic (sisi atas) serta angka bawah (diastolic) pada kontrol tensi darah memakai alat pengukur tensi darah yang baik.