Waktu Posting : 15-03-2016 13:16 | Dibaca : 2093x
13-11-2018 17:05
Melakukan pernikahan sekali seumur hidup adalah keinginan semua orang. Pernikahan akan membuat kita terhindar dari hal-hal buruk yang dapat berdampak negative dalam kehidupan sehari-hari. Saat memutuskan untuk menikah, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan agar pernikahan dapat berjalan dengan lancer sesuai keinginan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dan salah satunya adalah masalah kesehatan. Usia pernikahan telah diatur oleh undang-undang Nomor 1 tahun 1974. Undang-undang tersebut menyebutkan jika batas minimal usia pernikahan untuk laki-laki 19 tahun sedangkan untuk perempuan 16 tahun. Namun walaupun sudah diatur oleh undang-undang tetap saja masih sering terjadi pernikahan di bawah umur. Mereka yang melakukan pernikahan di bawah umur memiliki banyak alas an seperti pendidikan rendah, kemiskinan, hokum adat, norma sosial maupun hokum yang kurang tegas. Padahal banyak sekali risiko kesehatan yang dapat mengancam bagi mereka yang melakukan pernikahan dini. Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi saat melakukan pernikahan dini : 1. Saat hamil di usia muda maka berisiko terserang tekanan darah tinggi. Perlu dilakukan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi dan tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi pertumbuhan calon bayi. 2. Bayi berisiko lahir premature. Hal ini karena berat badan bayi rendah dan belum siap untuk dilahirkan. Kelahiran premature dapat mengalami gangguan pencernaan, pernapasan, penglihatan dan lainnya. 3. Berisiko besar ibu meninggal saat melahirkan. Hal ini terjadi karena perempuan di bawah 18 tahun belum siap fisiknya untuk hamil dan melahirkan seperti panggul yang masih kecil sehingga bayi akan mengalami kesulitan untuk keluar. 4. Berisiko besar mengalami keguguran. Hal ini terjadi karena menikah di usia belia belum siap secara fisik dan mental. Organ tubuh yang belum matang akan berakibat pada pertumbuhan bayi yang juga tidak akan bisa berkembang dengan maksimal. 5. Sering mengalami bentrok dan kekerasan rumah tangga. Secara psikologis mental pasangan belum dewasa sehingga lebih rentan terjadi kekerasan rumah tangga.
17-06-2014 21:05
Umumnya, beberapa sel tubuh dengan cara alami direproduksi cuma saat diperlukan. Tetapi kadang-kadang beberapa sel itu selalu jadi tambah banyak tiada dapat dikontrol hingga terbentuk jaringan padat yang dimaksud juga dengan tumor, bila beberapa sel yang jadi tambah banyak ialah sel normal, itu tak beresiko. namun bila yang jadi tambah banyak ialah sel yang abnormal, tersebut yang menyebabkan timbulnya kanker. Kanker payudara umpamanya. Sesuai sama dengan namanya, kanker ini bermula di jaringan payudara serta dapat menyebar ke seputar payudara juga ke organ tubuh yang lain. Penyebaran ini dimaksud juga dengan metastasis, Tak cuma berlangsung pada wanita, kanker payudara dapat juga tentang pria. Belum di ketahui dengan pasti apa yang mengakibatkan kanker, namun beberapa aspek dapat menambah resiko seorang terkena kanker, umpamanya : 1. Usia Pada wanita, resiko seorang terkena kanker payudara meningkat waktu usianya mulai empat puluh th. serta mulai umur enam puluh th. pada pria. 2. Genetik Resiko meningkat bila ada kerabat dekat yang sempat alami kanker payudara. Baca juga : Kiat Merawat Telinga Agar Tetap Sehat 3. Pola makan yang tak sehat serta alami obesitas. 4. Merokok serta kerap konsumsi alkohol. 5. Malas olahraga. Di bawah ini beberapa gejala kanker payudara pada pria : 1. Tonjolan di payudara Sinyal awal dari penyakit kanker payudara pada pria ialah munculnya tonjolan di seputar payudara mereka, meskipun bila diraba tak menyebabkan rasa sakit, tetapi jika Anda temukan tonjolan tak lumrah ini maka baiknya Anda selekasnya memeriksakannya ke dokter 2. Puting berdarah Sinyal penyakit kanker payudara yang lain ialah keluarnya cairan berbentuk darah atau cairan berwarna putih dari puting susu, butuh Anda kenali, bahwasanya jika keluar cairan seperti ini dari puting susu, maka itu bermakna kanker payudara itu telah kronis. Baca juga : Cara Pengobatan untuk Adnexitis 3. Rasa capek serta lemah Sama sesuai penyakit kanker yang lain, gejala kanker payudara juga terhitung rasa lemah serta capek pada tubuh. Hal semacam ini dikarenakan lantaran perubahan sel kanker dapat mengganggu manfaat tubuh hingga mengakibatkan capek, lemah, serta juga dehidrasi. 4. Kehilangan berat tubuh serta nafsu makan Oleh lantaran sel kanker dapat mengganggu manfaat tubuh, maka penyerapan nutrisi didalam tubuh juga tak berjalan optimal. Anda juga bisa kehilangan nafsu makan. Mengakibatkan berat tubuh tubuh Anda juga turun. 5. Masalah manfaat tubuh Beberapa sel kanker payudara terhitung tipe sel kanker yang paling agresif menyerang tubuh, mengakibatkan manfaat tubuh Anda juga bisa terganggu serta mengakibatkan beragam jenis persoalan kesehatan yang lain. Juga bisa menyerang kesehatan prostat serta hati pada pria. Terlebih pada pria, kurangnya kewaspadaan bakal bahaya kanker payudara kerapkali bikin penyakit baru terdeteksi sesudah cukup kronis. Untuk mencegah kanker payudara, dianjurkan untuk lakukan kontrol teratur dengan memeriksa diri sendiri (self-exams). Rabalah payudara untuk tahu kemungkinan ada tonjolan, atau kerjakan kontrol dengan mammograms saat Anda masuk umur empat puluh th., terlebih bila keluarga Anda mempunyai kisah kanker payudara. Kontrol dengan 3D Sonomamogram dinilai lebih akurat serta aman lantaran tak memakai radiasi.
16-07-2016 22:15
Saat ini tato merupakan hal yang lumrah dijumpai dan banyak digunakan orang. Akan tetapi ternyata tato menyimpan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. 1. Infeksi Infeksi tato ini dapat muncul dari berbagai macam sumber seperti dari tinta, jarum, dan lain sebagainya. Infeksi yang banyak terjadi adalah infeksi yang berasal dari bakteri. Bakteri mycobacterium chelonae ini biasanya berasal dari rinta dan dapat menimbulkan ruam yang menyakitkan dan bertahan lama. Selain bakteri, mungkin juga terjadi infeksi yang berupa jamur, virus, dan mungkin juga menimbulkan kutil. Baca juga : Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar 2. Alergi Tato dapat menyebabkan alergi dalam kulit. Seseorang dengan kulit yang tipi cenderung rentan untuk mengalami alergi ini. Hanya saja alergi ini juga tidak dapat ditebak. Bisa saja ketika membuat tato pertama seseorang tidak mengalami alergi namun baru timbul ketika membuat tato kedua atau ketiga. Masalah inipun juga sulit untuk diatasi. Beberapa dapat diselesaikan dengan menyuntikkan steroid, namun banyak juga yang sampai membutuhkan operasi untuk mengangkat kulit yang bermasalah. 3. Paparan matahari Walaupun terlihat tertutup, tetapi tato ternyata dapat meningkatkan risiko kulit terbakar sinar matahari. Bagi sebagian orang, paparan sinar matahari ini dapat membuat tato mereka menjadi gatal. Warna yang paling rentan menyebabkan kulit terbakar pada tato adalah warna kuning, hitam, merah dan biru. 4. Tertutupinya kulit Memiliki tato dapat menutup masalah-masalah kulit yang terjadi. Tato disebut dapat menutupi dan membuat beberapa kasus kanker kulit. Tato dapat membuat dermatologis kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap kulit dan mencari bibit-bibit kanker kulit. Baca juga : Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Softlens 5. Rentan terbakar MRI Orang yang memiliki tato akan bermasalah ketika mereka melakukan pemeriksaan MRI. Ketika melakukan MRI ada kemungkinan terjadi sengatan dari mesin terhadap bagian-bagian tato yang ada di tubuh. Sengatan ini membuat kulit bagaikan terbakar. Kasus ini potensial terjadi pada tato dengan warna merah dan hitam. Tinta yang digunakan untuk kedua tato ini banyak menggunakan unsur-unsur besi. Tato memang dapat membuat tampilan Anda jadi lebih menarik dibanding sebelumnya. Tetapi dengan melihat dampak negatifnya terhadap kesehatan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum memilikinya.