Waktu Posting : 01-06-2014 16:25 | Dibaca : 2250x
20-05-2020 03:36
Cara meningkatkan imunitas tubuh harus diketahui masyarakat. Apalagi saat ini, ketika sedang terjadi pandemi virus covid-19. Karena menurut medis, hanya imun yang bisa mencegah tubuh diserang virus corona ini. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai cara untuk meningkatkan imunitas tubuh yang bisa dicoba. Cara yang tidak mahal tetapi berdampak bagus karena membuat tubuh kebal penyakit. Ini dia cara-cara yang dimaksud: 1. Banyak Minum Air Putih Sebagian besar tubuh manusia berisi cairan. Selain untuk mencegah dehidrasi tubuh, ternyata mineral ini bisa meningkatkan imun. Maka dari itu, perbanyaklah minum air putih. Pastikan minum air putih yang sudah matang atau bisa juga mengkonsumsi air mineral kemasan. Untuk kadarnya disesuaikan dengan kebutuhan, namun ukuran normalnya adalah delapan gelas per hari. Ini cara meningkatkan imunitas tubuh yang murah. Selain itu, tipsnya tidak melelahkan bahkan menyegarkan. Namun pastikan hindari minum es batu karena bisa memperbanyak gas di lambung. 2. Minum Vitamin C Secara Rutin Vitamin yang bisa meningkatkan imunitas tubuh adalah vitamin C. Maka dari itu, silahkan konsumsi vitamin ini secara rutin maksimal satu kapsul per hari. Karena jika over dosis bisa memicu kanker. Boleh juga untuk mengkonsumsi vitamin C generik atau vitamin C resep dokter. Karena semuanya bisa meningkatkan imunitas hanya dosis saja yang berbeda. Jika minum vitamin C secara rutin, imunitas akan lebih bagus sehingga tubuh tidak mudah sakit. Jika vitamin C tubuh terpenuhi, virus, bakteri dan penyebab penyakit lainnya tidak berani menyerang. Karena hal inilah yang membuat tubuh tetap sehat wal afiat. 3. Rajin Berolahraga Tubuh yang memiliki imun kuat salah satu cirinya adalah suhu tubuh selalu hangat. Nah, Jika ingin tubuh hangat, lakukan olahraga secara rutin. Ini untuk memacu proses pembakaran lemak tubuh menjadi energi. Nah, di musim pandemi semacam ini, sekalipun ada himbauan berdiam diri di rumah, jangan berhenti berolahraga. Karena olahraga justru menjaga kehangatan tubuh supaya mampu melawan virus. Sekalipun demikian tetap lakukan olahraga yang normal sesuai usia. Jika sudah kepala empat ke atas, jangan lakukan olahraga berat. Karena bisa menimbulkan gangguan lain seperti serangan jantung hingga otot kejepit. Olahraga yang cocok untuk menjaga imunitas adalah jalan kaki, jogging dan bersepeda. Ini olahraga yang mampu membakar tubuh dengan cepat dan aman. Selain itu, olahraga semacam ini juga murah. 4. Istirahat yang Cukup Tubuh butuh istirahat untuk memulihkan stamina dan metabolisme. Jika metabolisme sudah baik, tentu imunitas tetap terjaga. Lain soal jika suka begadang tentu perlahan-lahan stamina akan menurun, karena metabolisme bekerja berlebihan. Jika metabolisme sudah semacam ini, tentu imun tidak akan berkembang. Yang ada tubuh tidak prima dan mudah diserang penyakit. Oleh sebab itu, hindari begadang dan istirahat yang banyak minimal 8 jam sehari. Yang paling parah kalau begadangnya sambil bekerja. Karena pada waktu itu, bukan hanya vitalitas dan imunitas yang turun, pikiran juga diforsir berlebihan. Khawatir bisa memicu stress yang berlebihan. 5. Makan Sayur dan Buah Cara meningkatkan imunitas tubuh yang terakhir adalah makan sayur dan buah. Dua makanan ini ternyata mengandung mineral dan vitamin C yang bagus. Sedangkan kedua nutrisi ini bagus untuk meningkatkan imun. Silakan konsumsi sayur dan buah jenis apapun. Karena semua memiliki fitonutrien yang ideal. Jangan lupa, sayuran dan buah juga mengandung mineral yang bagus. Nah, mineral ini ikut membantu meningkatkan kekebalan tubuh manusia (imun). Itulah beberapa cara meningkatkan imunitas tubuh yang bisa dilakukan dengan mudah. Silakan diterapkan terutama di musim corona seperti saat ini. Hal itulah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari berbagai macam serangan virus dan penyakit.
14-06-2014 16:57
Tips Kesehatan - Migrain ialah sakit kepala berat yang menyerang sebelah kepala, kiri atau kanan saja. Tidak hanya kepala yang di buat nyut-nyutan, namun juga melibatkan sensorik, maka dari itu pasien sering terasa lebih peka pada sinar serta nada, mual, muntah, kaki serta tangan kesemutan atau kebas. Satu dari empat wanita diprediksikan menanggung derita nyeri kepala samping ini. Menurut banyak studi, migrain tiga kali lipat semakin banyak berlangsung pada wanita dibanding pria. Migrain sebagai kejadian neuropsikologi yang spektakuler, melibatkan ledakan aktivitas listrik yang bermula di pusat penglihatan di otak. Itu sebabnya sakit kepala migrain juga meliputi aura visual, misalnya terjadi bintik-bintik kebutaan (blind spots) yang terjadi pada 20-30 persen pasien migran. Baca juga : Berkelit dari Serangan Vertigo Aktivitas listrik itu lalu menyerbu seperti gelombang ke area otak yang mengontrol sensasi. Tak heran jika pasien juga merasakan kesemutan atau kebas, seperti ditusuk jarum. Gelombang itu lalu menghantam area yang mengontrol bahasa. Saat itu terjadi, pasien mendadak sulit menemukan kata-kata atau gagap. Ahli lain menyatakan migran berlangsung lantaran ada pembesaran pembuluh darah serta dikeluarkannya zat kimia dari serat saraf yang melilit pembuluh darah. Akhirnya setelah itu, berlangsung peradangan, timbul nyeri, serta pembesaran arteri. Nyeri migrain dapat berjalan sepanjang sekian hari. Sakit kepala ini mengakibatkan system saraf simpatik merespon, maka nampak rasa mual, diare, serta muntah. Tanggapan ini dapat tunda pengosongan lambung ke usus kecik, hingga memengaruhi penyerapan makanan, kurangi aliran darah. Alhasil tangan serta kaki jadi dingin, lalu meningkatlah kepekaan pada sinar serta nada. Baca juga : Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar) Diperkirakan pemicu migrain terkait dengan bau, cahaya, gerakan, dan suara, walau pun masih sulit ditemukan. Diduga faktor gen pun ikut berperan di sini. Ketidakseimbangan hormon, terutama estrogen, menjadi hal yang sering memicu terjadinya migrain sehingga wajar jika perempuan banyak yang terkena penyakit ini. Memang, tidak enak rasanya ketika migrain sedang berkuasa. Pekerjaan yang harus diselesaikan bakal tertunda gara-gara serangan migrain. Tidak ada jalan, kecuali segera mengistirahatkan diri guna meredakan nyeri kepala sebelah itu. Melakukan teknik rileksasi, pijatan, atau bahkan akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri. Akan lebih baik bila Anda memiliki catatan harian tentang migrain agar tahu pemicu dan cara mengelolanya bila mengalami serangan lagi di kemudian hari.
30-11-2017 08:47
Insulin merupakan salah satu terapi yang sangat penting dan harus dilakukan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Ada beberapa mitos dan fakta yang tersebar dikalangan masyarakat mengenai insulin. Mitos 1 : Menggunakan Insulin berarti gagal mengontrol gula darah Fakta : Menggunakan insulin bukan berarti gagal mengontrol gula dalam darah namun untuk membantu pankreas dalam menyediakan insulin yang dibutuhkan tubuh. Mitos 2 : Insulin tidak bisa menyembuhkan diabetes Fakta : Sebenarnya diabetes merupakan penyakit akibat adanya gangguan pada insulin. Insulin merupakan cara terbaik untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Mitos 3 : Insulin dapat meningkatkan berat badan Fakta : Ya memang benar insulin dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami kenaikan berat badan karena insulin dapat membantu tubuh untuk menyerap makanan lebih efisien. Mitos 4 : Suntik insulin menimbulkan rasa sakit Fakta : Jarum yang digunakan saat menyuntik insulin berbentuk sangat kecil dan tipis. Banyak orang yang lebih merasa sakit saat pengambilan darah dari pada saat suntik insulin . Mitos 5 : Insulin menyebabkan komplikasi dan kematian Fakta : Fakta sebenarnya yaitu insulin justru dapat menurunkan risiko atau mencegah terjadinya komplikasi penyakit jika digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Mitos 6 : Insulin dapat menyebabkan ketagihan Fakta : Insulin merupakan zat alami yang dibutuhkan tubuh sehingga tidak menyebabkan ketagihan atau kecanduan. Bagi penderita diabetes sebaiknya perlu diimbangi dengan mengkonsumsi obat herbal yang terbuat dari mengkudu "Ultra Noni" . Mengkudu dapat mengobati diabetes agar kadar gula dalam darah tetap dalam keadaan normal.