konsultasi bronchitis

Additional Image

Waktu Posting : 06-10-2014 00:04 | Dibaca : 339x

assalamualaikum dok, bagaimana seandainya pengobatan bronchitis tidak sampai selesai? apa efek sampingnya dok. terimakasih

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Kenali Jenis-Jenis Kawat Gigi

08-09-2024 04:33

Ada berbagai jenis kawat gigi yang bisa dipilih berdasarkan berdasarkan bahan maupun metode pemakaiannya. Dengan mengenal jenisnya, pasien bisa lebih mudah memilih kawat gigi sesuai kebutuhan, baik untuk kebutuhan estetika maupun untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Behel atau kawat gigi merupakan salah satu alat untuk mengatasi kelainan  susunan gigi  yang menimbulkan keluhan. Kelainan susunan gigi yang dimaksud di antaranya adalah gigi tonggos, gingsul, renggang , dan rahang bawah maju. Selain menimbulkan masalah penampilan, kelainan susunan gigi tersebut juga dapat mengganggu fungsi bicara, mengunyah, serta meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi. Kelainan susunan gigi bisa diatasi dengan pemakaian kawat gigi. Pemilihan jenis kawat gigi akan disesuaikan dengan kelainan susunan gigi, pertimbangan estetika, serta biaya. Mengenal Jenis-Jenis Kawat Gigi Berikut ini adalah berbagai jenis dari kawat gigi yang umum digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi : 1. Kawat gigi konvensional Kawat gigi konvensKawat gigi  jenis ini terbuat dari logam stainless steel yang ditempelkan pada bagian depan gigi menggunakan semen khusus. Logam (bracket) yang ada pada masing-masing gigi akan dihubungkan dengan karet elastis (elastic band) dan kawat khusus (wire) untuk memberikan tekanan pada gigi. Ini dilakukan agar gigi dapat bergeser perlahan ke posisi yang diinginkan. Selain terbuat dari logam, bracket gigi konvensional juga ada yang berbahan dasar keramik. Kawat gigi jenis ini memiliki tampilan yang lebih menarik karena warnanya mirip dengan warna gigi, sehingga tidak begitu terlihat jika dibandingkan dengan bracket dari bahan logam. Efektivitas bahan keramik sama baiknya dengan bahan logam dalam merapikan gigi. Namun, kawat gigi bahan keramik tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh penderita deep bite, yaitu kelainan susunan gigi yang membuat gigi bagian atas menutupi gigi bawah secara berlebihan saat menggigit. 2. Kawat gigi self ligating Kawat gigi self ligating tidak menggunakan karet elastis, melainkan menggunakan klip kecil khusus pada masing-masing bracket. Jenis kawat gigi ini lebih tahan lama daripada kawat gigi konvensional. Selain itu, pemakainya juga tidak perlu sering kontrol ke dokter gigi. 3. Kawat gigi lingual Lingual braces atau kawat gigi lingual sebenarnya memiliki kesamaan dengan kawat gigi konvensional. Hal yang membedakannya adalah letak bracket kawat gigi lingual yang berada di sisi dalam gigi, sehingga kawat gigi tidak terlihat dari luar. Jenis kawat gigi ini umumnya dipilih oleh pasien yang tidak ingin terlihat jelas menggunakan kawat gigi. Meski demikian, pemasangan jenis kawat gigi ini bisa menimbulkan efek samping kesulitan bicara. Selain itu, kawat gigi jenis ini berisiko mengganggu  kebersihan lidah dan menyebabkan nyeri saat mengunyah. Perawatan Kelainan Susunan Gigi Selain dengan Kawat Gigi Selain menggunakan kawat gigi, berikut ini adalah alat lain yang bisa digunakan untuk memperbaiki kelainan susunan gigi: Clear aligner Clear aligner merupakan alat yang saat ini mulai populer digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi ringan. Tidak seperti kawat gigi yang bersifat semi permanen, clear aligner bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Clear aligner perlu dipasang selama 22 jam setiap hari dan bisa dilepas pada saat makan, minum, atau ketika menyikat gigi. Hal ini membuat pengguna clear aligner lebih mudah dalam  menjaga kebersihan rongga mulut  dan gigi. Clear aligner merupakan alat transparan yang melapisi seluruh gigi, sehingga tidak begitu terlihat. Hal ini membuat clear aligner lebih unggul secara estetika. Selain itu, clear aligner juga lebih baik untuk kesehatan gusi dan jaringan di sekitar gigi. Clear aligner memang memiliki lebih banyak kelebihan daripada kawat gigi, tetapi alat ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperbaiki susunan gigi. Headgear Jenis alat lainnya untuk mengatasi gangguan susunan gigi adalah headgear. Namun, alat ini lebih difungsikan untuk memperbaiki posisi rahang atas dan rahang bawah yang tidak sejajar, terutama pada anak-anak. Alat ini memiliki bagian-bagian yang dipasang di luar rongga mulut, yaitu leher dan kepala. Agar efektif, headgear harus digunakan selama 12–14 jam per hari atau bahkan lebih. Jika Anda berencana memakai kawat gigi, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai jenis kawat gigi yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi. Salah satu klinik perawatan gigi yaitu Klinik GiO menawarkan berbagai jenis kawat gigi Jogja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasien.  Klinik GiO didukung oleh dokter spesialis kawat gigi Jogja yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus ortodontik. Dengan keahliannya, setiap pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan hasil yang optimal. Selain  dilengkapi dengan teknologi ortodontik modern, harga kawat gigi yang ditawarkan juga terjangkau. Untuk  mendukung proses perawatan lebih efektif dan efisien, tmenggunakan alat-alat canggih agar membantu dalam diagnosa dan perawatan yang lebih akurat. Setiap pasien di Klinik gigi GiO ( klinik kawat gigi Jogja)  mendapatkan pelayanan yang personal dan profesional. Rencana perawatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu pasien, sehingga hasilnya lebih efektif dan memuaskan.

Featured Image
Inilah Resiko Kesehatan Untuk Pekerja Shift Malam

22-05-2016 02:06

Seperti yang kita tahu, pekerja shift malam mempunyai jam kerja yang tidak sama dengan jam kerja sebagian besar orang biasanya. Pekerjaan yang termasuk juga kelompok shift malam diantaranya : perawat, dokter, pilot, petugas keamanan,  Apakah bekerja pada waktu kerja yang tidak sama dari umumnya orang mempunyai resiko yang lebih tinggi ? Pada intinya, bila kita terbangun bahkan juga bekerja di luar jam yang lumrah, ritme bilogis pada badan kita pasti bakal terganggu. Pekerjaan shift mengganggu Ritme Sirkadian (Circadian Rhythm) kita, yakni jam didalam badan yang terpaku pada terang serta gelap. Lantaran ritme sirkadian pula merubah fungsi badan, jadi bila ritme ini kacau, keseimbangan badan juga jadi kacau.    Baca juga : Cara Mencegah Cedera Gigi dan Mulut  Efek Periode Pendek  Efek periode pendek dalam soal ini tidak terus-terusan mesti dihadapi oleh pekerja shift malam. Kita sendiri dapat merasakannya, misalnya, tidur sampai larut malam kerjakan suatu hal, menanti pasangan yang tengah bersalin, dan lain-lain. Kecuali dari kelelahan yang riil dirasa, dampak lain yang dapat terkena diantaranya :  Mual, mulas, diare, sembelit atau nyeri ulu hati  Resiko cedera atau kecelakaan  Insomnia  Efek kesehatan periode panjang  Efek periode panjang dari bekerja shift malam lebih susah diukur. Namun kaum peneliti temukan jalinan yang mengagetkan pada kaum pekerja shift malam dengan meningkatnya resiko terkena penyakit :  Penyakit Kardiovaskuler. Sepanjang berpuluh-puluh th., kaum peneliti sudah sukses tunjukkan jalinan pada bekerja shift malam dengan resiko serangan jantung serta penyakit jantung. Diindikasikan resiko bakal bertambah bersamaan dengan semakin lamanya seorang bekerja shift malam.  Diabetes serta Sindrom Metabolisme. Berbagai studi temukan kalau bekerja shift mungkin saja jadi resiko terjangkit Diabetes. Satu diantara studi di Jepang temukan kalau pekerja shift, terlebih yang berdurasi 16 jam, mempunyai resiko 50% lebih tinggi terserang diabetes dari pada pekerja dengan jam kerja umum.  Obesitas. Ada berbagai keterikatan pada obesitas serta bekerja shift. Mungkin saja karena pola makan jelek dan kurang berolahraga. Keseimbangan hormon pula dapat jadi pemicunya. Hormon Leptin, yang bertindak utama dalam mengatur nafsu makan serta bikin kita terasa kenyang. Lantaran bekerja dalam shift mungkin saja jadi penyebabnya rendahnya hormon leptin, hal semacam ini bikin kaum pekerja shift jadi gampang lapar serta makan semakin banyak.  Permasalahan Kesuburan serta Kehamilan. Penelitian tunjukkan kalau bekerja shift bisa merubah system reproduksi wanita. Satu penelitian pada pramugari yang bekerja waktu hamil tunjukkan kalau kaum pramugari yang hamil serta bekerja shift mempunyai resiko 2 x lipat alami keguguran daripada pramugari hamil yang bekerja non-shift.  Kanker. Dua studi yang pernah dikerjakan memperlihatkan kalau bekerja malam hari menambah resiko terserang kanker payudara sebesar 50%. Bekerja shift di pesawat terbang, seperti pilot atau pramugari alami 70% resiko terserang kanker.  Baca juga : 7 Cara Ampuh Meningkatkan Kekebalan dalam Tubuh     Bagaimana Menanganinya?  Bila Anda bekerja shift, tersebut berbagai hal yang bisa Anda kerjakan :  Makan sehat serta olahraga. Lantaran banyak resiko untuk pekerja shift erat hubungannya dengan obesitas serta sindrom metabolisme, ambillah langkah yang tepat misalnya : olahraga teratur, makan sehat serta teratur dan melindungi berat badan sehat.  Tidur yang cukup. Umumnya, kaum pekerja shift malam susah tidur di siang hari lantaran paparan pada sinar siang hari bahkan bakal bangunkan badan Anda. Karenanya, pekerja shift malam mesti berupaya lebih keras untuk memperoleh istirahat yang cukup. Yakinkan Anda telah memblok sinar siang hari dengan tutup semuanya jendea di kamar supaya tetaplah gelap, atau dapat tidur dengan pertolongan masker tidur.  Gantilah jadwal Anda. Bila sangat mungkin, mintalah supaya Anda dipindah ke jadwal pagi. Namun bila tak, upayakan supaya Anda memohon jadwal yang stabil, serta bukanlah jadwal perputaran.  Tanyakan pada dokter. Bila Anda mencemaskan kesehatan Anda, mintalah dokter untuk memantau kesehatan Anda dengan lebih cermat.   Untuk menjaga stamina tubuh, Anda bisa mengatasinya dengan rutin mengkonsumsi Dragon Noni, Ultra Noni dan Ultra Mangosteen. 

Featured Image
Hilangkan Bekas Luka Dari Dalam Dan Dari Luar

09-05-2014 08:10

Dalam kehidupan sehari – hari kadang kita mengalami suatu kecelakaan baik kecil maupun besar atau harus menjalani sebuah operasi sehingga di bagian tubuh tertentu ada bekas luka yang sulit sekali dihilangkan. Jika bekas luka tersebut kecil atau berada di bagian yang tersembunyi tentunya seseorang tidak akan terlalu ambil pusing. Namun jika bekas luka tersebut lumayan besar dan berada di beberapa bagian tubuh yang dianggap penting untuk kecantikan seperti leher, wajah, atau tangan, maka bekas luka merupakan sebuah mimpi buruk. Dalam dunia kedokteran modern sendiri sebenarnya sudah ditemukan cara untuk mengatasi bekas luka diantaranya adalah dengan menggunakan metode laser atau dengan menjalani bedah plastik. Namun sayangnya kedua cara tersebut memerlukan biaya yang sangat mahal sehingga tidak semua orang bisa melakukan kedua terapi tersebut. Namun bagi Anda yang memiliki bekas luka dan ingin menghilangkannya dengan cara yang alami dan murah, ada solusinya. Dengan memanfaatkan berbagai bahan herbal yang sangat murah dan mudah ditemui, kita bisa menghilangkan bekas luka. Baca juga : Jus Kulit Manggis Obat Alami Atasi Aterosklerosis   Bahan herbal yang nantinya akan kita gunakan bisa berguna untuk menghilangkan dan menghaluskan berbagai bekas luka seperti luka bekas benda tajam, luka bekas cacar, luka karena terkena benda kimia, luka bekas jerawat, luka bekas jatuh, luka bekas operasi, dan lain sebagainya. Ada dua cara untuk menyamarkan bekas luka yaitu melalui makanan tertentu dan menggunakan bahan herbal untuk obat luar agar hasilnya bisa maksimal. A. Makanan penghilang bekas luka Bekas luka memang timbul di permukaan kulit, namun bukan berarti tidak ada jenis makanan tertentu yang bisa membantu penyembuhan bekas luka. Pada dasarnya tubuh membutuhkan berbagai macam nutrisi terutama vitamin untuk memperbaharui jaringan tubuh yang rusak karena luka. Saat ini banyak sekali terapi Vitamin C atau suntik Vitamin C yang bertujuan untuk memperhalus kulit dan mengencangkan kulit. Vitamin C merupakan zat yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaharui sel – sel baru dan berguna untuk memperbaiki jaringan. Vitamin C dapat merangsang tubuh untuk meningkatkan produksi kolagen yang berfungsi untuk meremajakan jaringan yang sudah tua atau memperbaiki jaringan yang rusak. Oleh karena itu konsumsi berbagai jenis makanan yang banyak mengandung Vitamin C terutama buah – buahan seperti Jeruk, Mangga, Mentimun, Buah Naga, Mengkudu, atau Anda bisa menambahkannya dengan suplemen Vitamin C yang sekarang banyak tersedia di pasaran. Selain Vitamin C, pemulihan jaringan kulit membutuhkan Vitamin E. Vitamin E bisa Anda peroleh dari suplemen kesehatan atau suplemen kecantikan yang bisa Anda dapatkan dengan petunjuk dokter. B. Pengobatan bekas luka dari luar Untuk menyempurnakan proses penghilangan bekas luka, Anda wajib menggunakan bahan – bahan herbal yang sifatnya untuk obat luar. ada berbagai jenis obat herbal yang bisa Anda jadikan sebagai obat penghilang bekas luka seperti: Buah mengkudu dan berbagai olahannya seperti ekstrak mengkudu atau jus mengkudu merupakan kompres yang paling baik untuk menghilangkan bekas luka bakar atau luka memar. Mengkudu mengandung scopoletin yang merupakan senyawa ampuh untuk anti peradangan. Oleskan mengkudu pada bagian yang luka kemudian biarkan hingga mengering. Diamkan selama 20 menit lalu bilas dengan air hangat. Lakukan pengobatan ini 2 hingga 3 kali sehari untuk mencegah agar luka Anda tidak menimbulkan bekas yang mengganggu. [Baca juga : Pencegahan Kanker Dengan Bahan Herbal Alami] Sama seperti mengkudu, lidah buaya juga memiliki kandungan anti peraangan. Oleskan saja gel lidah buaya untuk mengobati dan mencegah bekas luka pada jerawat, luka bakar, dan memar. Madu juga bisa menjadi kompres yang baik untuk menghilangkan bekas luka gores hingga luka bekas operasi. Oleskan madu pada bekas luka Anda untuk membantu menghaluskan bekas luka dan mengencangkan kulit Anda. Selain dikonsumsi, mentimun bisa menjadi kompres yang baik untuk bekas luka. Mentimun yang sudah dihaluskan bisa dipakai sebagai kompres di malam hari untuk wajah dan beberapa bagian tubuh yang terdapat bekas luka. Lakukan secara rutin agar hasilnya bisa lebih maksimal. Mentimun mengandung silica yang dapat merangsang produksi kolagen dalam tubuh yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan rusak.

...