Waktu Posting : 23-05-2014 00:53 | Dibaca : 2772x
20-08-2014 01:37
Apakah Anda tergolong kepada orang yang hoby mengonsumsi roti tawar? Walau jadi menu andalan yang sering disantap waktu sarapan, tetapi menurut berbagai pendapat mengkonsumi roti tawar pun bisa menghadirkan efek negatif lho! Seperti yang di ketahui bila disamping gampang serta cepat di sajikan, roti tawar pun diakui memiliki kandungan karbohirat yang pas semacam pengganti nasi. Baca juga : Cara Mengatasi Efek Buruk AC Pada Kulit Tetapi kenyataannya roti tawar tak selama-lamanya baik untuk kesehatan. Tersebut di bawah ini berbagai efek negatif dari roti tawar untuk kesehatan, diantaranya : 1. Tak Mengenyangkan Serat adalah unsur utama yang bisa menolong mengurangi kandungan cholesterol, menolong pencernaan, serta menyebabkan dampak kenyang lebih lama. Tak seperti roti gandum, roti tawar terbuat dari tepung halus yang beberapa besar seratnya hilang waktu diolah. Hal semacam ini menjadikan Anda cepat terasa lapar. 2. Menambah Kandungan Gula Darah Roti tawar terbuat dari biji-bijian olahan yang gampang diserap sepanjang sistem pencernaan. Hal semacam ini condong mengakibatkan lonjakan tajam gula darah serta insulin. Roti putih ialah makanan yang tinggi glisemik menjadikan orang lebih rawan pada penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, dan sebagainya. 3. Tak Bernutrisi Sepanjang sistem penyulingan, tepung meninggalkan serat serta nutrisi lain seperti vitamin B6 serta E, magnesium, asam folat, seng, serta kromium. Kurangnya nutrisi menyebabkab roti tawar jadi tak sehat. Baca juga : Meredakan Stres Dengan Makanan Bermanfaat Alami 4. Susah Diolah Roti tawar pun memiliki kandungan gluten yang membuatnya susah untuk diolah. Kecuali itu roti tawar tak mempunyai enzim alami yang diperlukan pankreas untuk memecah lemak, karbohidrat, serta protein. Hal semacam ini bisa menyebabkan pankreas Anda lebih rawan terkena penyakit. 5. Tepung Halus Tepung halus tak mempunyai serat serta nutrisi utama. Roti tawar tak menyajikan manfaat kesehatan, hingga jadi penyebab beragam penyakit seperti obesitas serta diabetes.
03-09-2014 10:20
Antibiotik asalnya dari dua kata Yunani, yakni ‘anti’ yang bermakna ‘melawan’ serta ‘bios’ yang bermakna ‘hidup’. Antibiotik ialah obat yang dipakai untuk menghalangi perkembangan bakteri pemicu infeksi. Obat ini sudah dipakai untuk melawan infeksi beragam bakteri pada tumbuhan, hewan, serta manusia mulai sejak th. 1930-an. Antibiotik cuma melawan infeksi bakteri serta tak bekerja melawan infeksi virus, seperti flu, pilek, sakit tenggorokan, gondok, bronkhitis, dan lain-lain. Antibiotik yang dipakai untuk menyembuhkan infeksi virus bahkan dapat membahayakan tubuh. Hal semacam ini sebab setiap saat dosis antibiotik di ambil virus tak berpengaruh, bahkan demikian sebaliknya, berlangsung penambahan kekebalan bakteri pada antibiotik. Bakteri yang kebal dengan antibiotik tak bisa dibunuh dengan obat itu pada dosis yang sama.Inilah penyebab kenapa tiap-tiap orang mesti ikuti panduan yang didapatkan oleh dokter sebelum saat mengambil antibiotik. Baca juga : Tips Membakar Kalori Secara Sederhana Penisilin, semacam antibiotik pertama, diketemukan dengan cara tak berniat oleh Alexander Fleming dari kultur jamur. Sekarang ini ada kian lebih 100 tipe antibiotik yang dipakai dokter untuk mengobati infeksi enteng hingga kronis. Beragam Tipe Antibiotik Dari 100 zat antibiotik yang di produksi dengan cara alami serta sintetis, amat sedikit yang sudah dapat dibuktikan aman serta efisien. Ada beragam jalan untuk mengklasifikasikan antibiotik. Satu diantaranya ialah dengan mengklasifikasikan antibiotik berdasar pada dampak pada bakteri. Tetapi, dalam artikel ini kita bakal memperhatikan klasifikasi antibiotik berdasar pada susunan kimianya. Tipe ntibiotik yang dikategorikan berdasar pada susunan kimia ialah semacam tersebut : - Penisilin (Penicillins) - Sefalosporin (Cephalosporins) - Aminoglikosida (Aminoglycosides) - Makrolid (Macrolides) - Sulfonamida (Sulfonamides) - Fluoroquinolones - Tetrasiklin (Tetracyclines) - Polipeptida (Polypeptides) 1. Penisilin (Penicillins) Penisilin atau antibiotik beta-laktam ialah kelas antibiotik yang mengakibatkan kerusakan dinding sel bakteri waktu bakteri tengah dalam proses reproduksi. Penisilin ialah grup agen bakterisida yang terbagi dalam penisilin G, penisilin V, ampisilin, tikarsilin, kloksasilin, oksasilin, amoksisilin, serta nafsilin. Antibiotik ini dipakai untuk menyembuhkan infeksi yang terkait dengan kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dan lain-lain. Beberapa orang mungkin saja alami alergi pada penisilin dengan keluhan ruam atau demam lantaran hipersensitivitas pada antibiotik. Kerapkali penisilin diberikan dalam gabungan dengan beragam tipe antibiotik yang lain. 2. Sefalosporin (Cephalosporins) Sefalosporin, seperti penisilin, bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri sepanjang reproduksi. Tetapi, antibiotik ini dapat menyembuhkan beragam infeksi bakteri yang tak bisa diobati dengan penisilin, seperti meningitis, gonorrhea, dan lain-lain. Dalam masalah di mana orang peka pada penisilin, jadi sefalosporin dapat diberikan semacam alternatif. Tetapi, dalam banyak masalah, saat seorang alergi pada penisilin, jadi besar kemungkinan dia bakal alergi pada sefalosporin pula. Ruam, diare, kejang perut, serta demam ialah dampak samping dari antibiotik ini. 3. Aminoglikosida (Aminoglycosides) Tipe antibiotik ini menghalangi pembentukan protein bakteri. Lantaran efisien dalam menghalangi produksi protein bakteri, aminoglikosida diberikan diantaranya untuk menyembuhkan tifus serta pneumonia. Walau efisien dalam menyembuhkan bakteri pemicu infeksi, ada resiko bakteri makin tahan pada antibiotik ini. Aminoglikosida pula diberikan dalam gabungan dengan penisilin atau sefalosporin. Aminoglikosida efisien mengatur serta menyembuhkan infeksi bakteri, tetapi punya potensi melemahkan ginjal serta manfaat hati. 4. Makrolida (Macrolides) Sama dengan pada awal mulanya, antibiotik ini mengganggu pembentukan protein bakteri. Makrolida menghindar biosintesis protein bakteri serta umumnya diberikan untuk menyembuhkan pasien yang amat peka pada penisilin. Makrolida mempunyai spektrum lebih luas dibanding dengan penisilin serta dipakai untuk menyembuhkan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran lambung, dan lain-lain. Ketidaknyamanan pencernaan, mual, serta diare ialah berbagai dampak samping dari makrolida. Kecuali itu, wanita hamil serta menyusui tak bisa konsumsi makrolida. 5. Sulfonamida (Sulfonamides) Obat ini efisien menyembuhkan infeksi ginjal, tetapi sayangnya mempunyai dampak beresiko pada ginjal. Untuk menghindar pembentukan kristal obat, pasien mesti minum beberapa besar air. Satu diantara obat sulfa yang seringkali dipakai ialah gantrisin. Baca juga : Mengobati Gusi Bengkak Secara Alami 6. Fluoroquinolones Fluoroquinolones ialah hanya satu kelas antibiotik yang dengan cara segera hentikan sintesis DNA bakteri. Lantaran bisa diserap dengan amat baik oleh tubuh, fluoroquinolones bisa diberikan dengan cara oral. Antibiotik ini dikira relatif aman serta banyak dipakai untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih serta saluran pernapasan. Tetapi, fluoroquinolones disangka memengaruhi perkembangan tulang. Itu karena, obat ini tak direferensikan untuk wanita hamil atau anak-anak. Dampak samping yang kerap muncul mencakup mual, muntah, diare, dll 7. Tetrasiklin (tetracyclines) serta polipeptida (polypeptides) Tetrasiklin ialah antibiotik spektrum luas yang dipakai untuk menyembuhkan beragam infeksi seperti infeksi telinga tengah, saluran pernafasan, saluran kemih, dan lain-lain. Pasien dengan permasalahan hati mesti hati-hati waktu mengambil tetrasiklin lantaran bisa jadi memperburuk permasalahan. Polipeptida dikira cukup beracun hingga terlebih dipakai pada permukaan kulit saja. Saat disuntikkan ke kulit, polipeptida dapat mengakibatkan dampak samping seperti rusaknya ginjal serta saraf.
28-04-2014 20:22
Marasmus pada anak – anak tidak lagi menjadi jenis penyakit yang hanya menyerang pada berbagai kalangan anak ekonomi rendah saja. Pasalnya, peran orang tua yang mampu menyajikan makanan sehat dengan jumlah gizi yang cukup juga menjadi poin penting didalamnya. Jenis makanan sehat tidak hanya dinilai dari nominal makanannya saja namun juga dipengaruhi oleh nilai gizi yang berada didalamnya. Asupan makanan itu sendiri harus seimbang antara nilai karbohidrat, protein, vitamin serta lemak yang tentunya menjadi nutrisi yang baik bagi tubuh anak anda. Untuk lebih jelasnya mengenai beberapa rahasia menyembuhkan Marasmus pada anak, anda dapat mengetahuinya dalam ulasan berikut ini : Pengetian Marasmus adalah gangguan kesehatan anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang buruk atau kurang. Kejadian penyakit ini tidak hanya dikaitkan dengan kondisi ekonomi keluarga yang rendah namun juga didukung oleh pengetahuan gizi yang cukup oleh orang tuanya, infeksi penyakit atau kelainan fisik anak serta lingkungan yang tidak memungkinkan untuk anak mendapatkan konsumsi makanan yang memang memadai. Untuk itu, peran orang tua serta para promoter kesehatan dibutuhkan agar terbentuk rasa kerja sama yang kuat dalam mengurangi kejadian penyakit akibat gizi kurang atau Marasmus ini. Gejala Marasmus Bagi anda para orang tua perlu memantau perkembangan tubuh anak anda, terutama ketika anda berusia sekitar 0 – 2 tahun. Dalam rentang usia yang seperti ini biasanya anak – anak mudah untuk terserang penyakit Marasmus ini. Diantara gejala klinis yang tampak pada penyakit Marasmus ini antara lain yaitu : a.      Tulang rusuknya akan terlihat lebih jelas b.     Dinding perut akan mengalami hipotonus dan kulit yang longgar c.      Hilangnya lemak sub kutan dengan anggota gerak yang akan terlihat jelas d.     Wajah anak akan terlihat lebih kering, berkeriput serta tampak lebih tua e.      Berat badan anak akan turun menjadi 60% berat badan anak normal pada seusianya f.      Penahan sistem panas anak akan hilang sehingga suhu tubuh anak cenderung dingin Patofisiologi Marasmus Marasmus merupakan jenis kelainan sindrom yang terjadi akibat berbagai faktor / multi faktor. Diantara berbagai faktor tersebut antara lain yaitu : -      Tubuh anak – anak sendiri (host) -      Penyebab (agent) -      Lingkungan sekitarnya (environment) Ketiga faktor inilah yang berperan penting terhadap kejadian penyakit Marasmus. Tubuh anak ini menjadi faktor internal yang memperparah kejadian penyakit Marasmus, seperti halnya kelainan fungsional maupun anatomi tubuh anak yang memang mampu mengakibatkan penyakit Marasmus semakin parah. Faktor kedua yaitu penyebab penyakit yang menjadikan anak untuk menderita gangguan gizi buruk ini. Penyebab atau agent penyakit ini multifaktor seperti yang sudah dijelaskan dalam ulasan diatas. Kemudian faktor terakhir yang menjadikan anak untuk menderita penyakit ini yaitu lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar yang masih belum memiliki akses pelayanan terkait pengetahuan gizi makanan tentunya menyebabkan kejadian Marasmus juga semakin parah. Pencegahan Marasmus Penyakit Marasmus membutuhkan tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi dampak buruk dari penyakit ini. Berbagai tindakan tersebut membutuhkan peran orang tua yang optimal seperti halnya : a.      Pemberian ASI eksklusif terutama pada usia anak 0 – 2 tahun. ASI ( air susu ibu ) merupakan nutrisi yang tepat untuk kesehatan anak. Dengan pemberian ASI yang cukup ini tentunya akan membentuk kekebalan tubuh yang kuat terutama saat ASI pertama yang masih mengandung kolostrum. b.     Meningkatkan kebersihan lingkungan dan personal hygiene Tindakan pencegahan yang kedua ini ditujukan untuk mengurangi paparan zat infeksius terhadap kesehatan tubuh anak, khususnya pengaruh untuk penyakit Marasmus ini. c.      Pemberian imunisasi Kegiatan posyandu yang memberikan imunisasi bagi anak – anak perlu anda kunjungi. Pasalnya, dengan pemberian imunisasi ini mampu memberikan kekebalan tubuh anak anak terhadap beberapa agent penyakit. Selain itu, pada kegiatan posyandu juga dilakukan penimbangan berat badan anak anda sehingga anda akan mengetahui secara pasti pertumbuhan anak anda. d.     Mengikuti penyuluhan atau resep untuk mengolah makanan yang sehat bagi anak. Makanan anak memang berbeda dengan makanan yang anda konsumsi biasanya. Kecukupan nilai gizi serta rasa makanan tersebut sebaiknya harus memadai. Pengobatan Marasmus Marasmus merupakan kelainan gizi pada anak yang dapat anda sembuhkan dengan beberapa langkah berikut ini, yaitu : 1.     Cegah atau atasi Marasmus dengan diet tinggi karbohidrat dan protein agar terhindar dari hipoglikemia 2.     Berikan konsumsi air / mineral yang cukup agar anak tidak mengalami dehidrasi 3.     Mulailah memberikan makanan dengan jumlah gizi yang cukup 4.     Jangan lupa untuk melakukan penimbangan anak secara teratur untuk mengetahui berat badan anak setelah menderita Marasmus