Waktu Posting : 10-05-2014 17:59 | Dibaca : 2560x
Secara tidak sadar tubuh manusia mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun – racun tersebut bisa berupa zat – zat berbahaya, zat – zat sampah, dan berbagai sisa metabolisme. Salah satu cara tubuh dalam mengeluarkan racun sisa metabolisme adalah dengan buang air besar. Buang air besar merupakan proses pembuangan sisa pencernaan yang berupa sampah tidak berguna dan zat – zat berbahaya lain dalam tubuh. Singkatnya, dalam usus besar kita terdapat sampah berbahaya yang harus segera dibuang. Jika kita mengalami masalah sulit buang air besar, maka bayangkan saja jika sampah di rumah Anda tidak segera dibuang dan dibiarkan menggunung. Maka rumah akan berbau sangat busuk dan bahkan akan tumpukan sampah tersebut akan mengotori rumah Anda.
Baca juga : Pencegahan Kanker dengan Bahan Herbal Alami
Oleh karena itu jangan anggap remeh gangguan kesehatan seperti sulit buang air besar karena akibatnya bisa sangat fatal jika dibiarkan terus. Konstipasi atau kesulitan buang air besar disinyalir menjadi penyebab berbagai jenis penyakit seperti diantaranya adalah radang usus hingga kanker usus besar. Penyebab kesulitan buang air besar bisa bermacam – macam diantaranya adalah kekurangan cairan, pola makan yang tidak sehat, terlalu banyak makan daging, kurang makan – makanan yang mengandung serat, kurang asupan Vitamin C, penyalahgunaan obat – obatan tertentu, hingga kelainan hormon. Dari penyebab – penyebab tersebut, sebagian besar kebanyakan penyakit konstipasi disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu salah satu cara paling disarankan untuk menyembuhkan konstipasi adalah dengan mengubah pola makan dan mengkonsumsi bahan herbal tertentu. Berikut ini adalah beberapa makanan alami yang bisa menjadi penyembuh konstipasi:
Selain beberapa makanan yang dianjurkan diatas, Anda juga harus menerapkan pola hidup yang sehat agar bisa terhindar dari sembelit. Ada berbagai kebiasaan yang harus Anda hindari dan Anda lakukan agar bisa memiliki sistem pencernaan yang lebih lancar seperti:
15-10-2014 01:03
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas. Obesitas ekstrim atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid. Merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih. Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius. Baca juga : 3 Langkah untuk Mencegah Kanker Payudara Rumus untuk menghitung BMI (Body Mass Index) BMI = Berat Badan / (Tinggi Badan * Tinggi Badan) Keterangan : -Satuan Berat Badan adalah Kilogram (kg) -Satuan Tinggi Badan adalah Meter (m) Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index) Berat badan anda adalah 51 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,59 (159 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ? Baca juga : Kenali 4 Gejala Limfoma Berikut ini BMI = 51 kg / (1,59 x 1,59) BMI = 20 → Normal Untuk menentukan berapa nilai BMI (Body Mass Index) anda, silahkan menggunakan kalkulator BMI. Kemudian bandingkan hasilnya dengan data pada tabel di bawah ini: BMI Status berat badan Dibawah 18,5 Kurang 18,5 – 24,9 Normal 25,5 – 29,5 Kelebihan 30,0 dan lebih tinggi Obesitas
05-06-2014 01:32
Walaupun tampak gampang, nyatanya ada banyak yang lakukan kekeliruan waktu membersihkan muka. Yuk, cari info langkah yang jitu disini. 1. Membersihkan terlampau sering Rajin membersihkan muka tak mempunyai arti bebas dari persoalan. Juga, bila terus-terusan kulit jadi kering serta kehilangan kelembaban alaminya. Muka akan tampak kusam, gampang berkerut, serta nampak garis halus. Bila cuma melakukan aktivitas didalam ruangan, jauhi membersihkan muka terus-terusan. Idealnya, membersihkan muka dikerjakan pada pagi hari sebelum saat melakukan aktivitas serta malam hari sesudah usai melakukan aktivitas. Dengan demikian membersihkan muka cukup 2 kali satu hari. Waktu beraktivitas outdoor atau olahraga, bisa membersihkan muka melebihi 2 kali satu hari. 2. Lupa bersihkan tangan Tiada sadar saat membersihkan muka kita lupa mencermati kebersihan tangan. Telapak tangan merupakan satu diantara tempat bersarangnya banyak bakteri lantaran kerap menyentuh beragam jenis benda. Bila membersihkan muka dengan tangan kotor, dengan sendirinya bakteri juga menempel di wajah. Hal inilah yang umumnya menyebabkan munculnya jerawat. Baca juga : Dada Terasa Deg-degan 3. Membersihkan dengan air panas Mitos mengutarakan bahwasanya membersihkan dengan air hangat bisa buka pori kulit hingga bisa bersihkan lebih dalam. Perawatan disudahi dengan mencuci muka dengan air dingin untuk tutup pori. Faktanya, pori tak dengan gampang terbuka serta tertutup. Pemakaian air dengan suhu panas yang tinggi malah mengakibatkan kulit lebih kering, kasar, juga terbakar. Sebaiknya pakai air dengan suhu ruang yang normal, yakni seputar 25o C. 4. Cuma memercayakan Facial wipes Facial wipes atau tisu muka merupakan jalan keluar praktis untuk bersihkan muka waktu melancong. Perlu diingat, manfaat facial wipes cuma untuk meniadakan riasan, namun tak bersihkan serta menutrisi kulit. Jadi, membersihkan muka sesudah melakukan aktivitas harus dikerjakan, terlebih bila make-up tetap menempel di muka. Kerjakan bagian pembersihan yang jitu, yakni diawali dengan make-up remover, susu pembersih, sabun pembersih muka, serta face toner. Baca juga : Tips Nutrisi Penting Untuk Kesehatan Pria 5. Menentukan yang kesat Banyak asumsi bahwasanya kulit yang bersih bermakna kesat serta kencang. Janganlah salah kaprah, rasa kesat bermakna sabun pembersih Anda terlampau kering serta mempunyai kandungan detergen yang tinggi. Pembersih ini bisa bikin kulit kehilangan kelembaban alaminya serta menyebabkan garis-garis halus di wajah. Formulasi sabun muka yang baik ditandai dengan busa yang tak terlampau banyak serta berikan rasa lembut beri kesegaran. Cocokkan struktur sabun dengan persoalan kulit. Tentukan sabun gel untuk kulit berminyak, oil cleanser untuk kulit kering, serta sabun bertekstur cream untuk kulit peka. 6. Salah memakai scrub Tak seluruhnya persoalan kulit bisa diatasi dengan eksfoliasi. Keadaan kulit yang tengah berjerawat malah bakal semakin meradang bila dieksfoliasi. Begitupun dengan kulit yang kering, malah bakal bikin kulit teriritasi serta kemerahan. Tambah baik pakai scrub pada waktu kulit dalam situasi normal, tak iritasi serta berjerawat. Kerjakan saat malam hari saat kulit tengah lakukan sistem pergantian sel. Cukup kerjakan satu minggu sekali.
23-02-2016 12:06
Keramas merupakan salah satu kegiatan (aktivitas) dalam proses perawatan rambut, dengan cara mencuci rambut serta kulit kepala menggunakan shampo atau pun produk pembersih lain yang dikhususkan untuk rambut/kulit kepala. Proses ini dilakukan dengan cara meremas-remas kulit kepala dengan shampo atau bahan lain yang sudah dicampurkan air yang kemudian diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi air. Proses terakhir adalah dengan membilas rambut dengan air hingga bersih. Keramas memiliki tujuan, yakni untuk menghilangkan kotoran pada rambut serta kulit kepala seperti ketombe, debu dan kotoran bekas keringat. Aktivitas mencuci rambut (keramas) yang dilakukan secara teratur serta berkala dipercayai dapat menyehatkan rambut. Hal tersebut karena keramas berfungsi membersihkan bagian rambut serta kulit kepala, juga dapat merangsang kulit kepala karena pijatan yang dilakukan pada saat keramas. Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan Ternyata aktivitas membersihkan rambut atau disebut dengan keramas tersebut memiliki cara serta aturan khusus. Karena jika terlalu banyak keramas, justru akan merusak rambut Anda. Hal tersebut karena shampo yang digunakan untuk keramas terbuat dari bahan kimia, sehingga aturan dan cara yang digunakan juga harus sesuai dan tepat. Namun ternyata tanpa penggunaan shampo, keramas juga dapat dilakukan. Nah, dalam tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai beberapa tips seperti tips keramas tanpa shampo, tips keramas yang benar dan sehat serta tips memilih jenis shampo yang tepat untuk rambut. Tips Keramas Tanpa Menggunakan Shampo Pasti Anda penasaran dengan cara keramas namun tanpa menggunakan shampo. Ternyata teknik keramas tanpa shampo ini sudah menjadi trend keramas yang lebih dikenal dengan sebutan “no poo” atau “no shampoo”, sudah banyak dilakukan oleh beberapa orang luar negeri dan sekarang juga mulai banyak dilakukan oleh orang Indonesia. Awal prosesnya rambut memang akan terasa berminyak, namun jika rutin melakukannya dalam beberapa bulan, maka rambut Anda akan terasa lebih halus. Bagaimana caranya? Berikut langkah keramas tanpa menggunakan shampo : Persiapan Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa efek yang terjadi jika menggunakan teknik ini pada awalnya rambut akan lebih berminyak dan terlihat lepek. Hal tersebut wajar, karena merupakan respon tubuh dalam proses penyesuaian dalam rangka menjaga rambut agar tetap sehat. Sehingga agar mengurangi efek berminyak yang terjadi tidak berlebihan, Anda dapat mengurangi pemakaian shampo terlebih dahulu. Setelah mengurangi pemakaian, kemudian Anda dapat mencoba teknik ini agar efek yang ditimbulkan tidak terlalu berlebihan. Keramas Keramas tanpa menggunakan shampo atau no poo bukan berarti tidak menggunakan apapun, namun kita dapat mengganti pemakaian shampo dengan menggunakan baking soda dan cuka apel (sebagai kondisioner). Baking soda sebanyak 1 sdm dicampurkan dengan satu gelas air, kemudian aduk rata sampai air terlihat keruh. Gunakan cairan baking soda tersebut seperti saat Anda menggunakan shampo, yaitu dengan memijatnya secara merata pada daerah akar rambut secara merata lalu bilas dengan air bersih. Selanjutnya masuk pada tahap conditioning. Cuka apel sebanyak 1 sdt dengan satu gelas air atau tambahkan bahan tambahan seperti beberapa tetes madu, essential oil atau perasan jeruk lemon. Kemudian campurkan dan gunakan merata pada seluruh bagian rambut. Kedua bahan tersebut tidak harus selalu digunakan pada saat keramas. Pada awal menggunakan teknik keramas tanpa shampo ini ada baiknya menggunakan sekitar 2 sampai 3 kali selama seminggu. Namun setelahnya Anda dapat mengurangi pemakaiannya hingga cukup sekali seminggu. Tips Keramas yang Benar dan Sehat Sebelum mandi atau keramas, sebaiknya Anda menyisir rambut terlebih dahulu. Hal tersebut berfungsi mengeluarkan debu yang menempel pada rambut, sehingga rambut juga tidak kusut saat dikeramas. Anda harus membasahi seluruh bagian rambut hingga basah masuk ke kulit kepala. Perhatikan benar khususnya bagi perempuan yang memiliki rambut panjang. Jika menggunakan shampo, maka pilihlah jenis shampo yang sesuai dengan jenis serta karakter rambut Anda, hal tersebut menghindarkan terjadinya kerusakan pada rambut. Cara yang benar menggunakan shampo adalah dengan menuangkan shampo secukupnya pada telapak tangan, busakan lalu usapkan dan pijat dengan lembut pada akar rambut serta seluruh bagian rambut. Massage atau pijat kepala merupakan teknik memijat pada bagian kulit kepala (akar rambut) saat keramas. Pemijatan tersebut bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan minyak-minyak yang menyebabkan ketombe. Gosoklah dengan lembut dengan menggunakan ruas-ruas jari. Jangan menggosok terlalu keras atau kencang karena dapat menyebabkan kerusakan rambut seperti rambut mudah patah, kusut, kering dan rontok. Setelah rambut penuh dengan busa, biarkan hingga 2 sampai 3 menit, baru kemudian membilasnya. Jika rambut dalam keadaan kotor serta lepek, Anda dapat mengulangi proses keramas tersebut, namun dengan pemberian shampo yang lebih sedikit dibandingkan keramas yang pertama. Hindari menyisir rambut pada saat rambut masih basah setelah keramas. Karena akan menyebabkan rambut mudah rontok dan patah. Jangan mengeringkan rambut dengan menggosoknya terlalu keras dan dengan menggunakan handuk kering. Keringkan rambut dengan cara alami yakni di angin-anginkan dapat menggunakan kipas angin. Jika menggunakan hair dryer maka gunakan dalam suhu yang tidak terlalu panas. Baca juga : Cara Memilih Krim Pemutih yang Aman Tips Memilih Jenis Shampo yang Tepat Bagi Rambut Beberapa orang merasa bingung dalam memilih jenis shampo yang tepat bagi rambutnya. Karena pemilihan yang tidak tepat justru akan membuat rambut mengalami kerusakan seperti rambut kering, bercabang, ketombean, rontok, mudah patah dan sebagainya. Sehingga dalam memilih shampo pun Anda harus menyesuaikannya dengan jenis rambut Anda. Agar Anda tidak bingung dalam memilih shampo yang cocok dan tepat untuk jenis rambut Anda, sebaiknya Anda membaca serta menyimak pembahasan di bawah ini, mengenai tips atau cara memilih shampo yang tepat bagi rambut Anda : Perhatikan kandungan atau komposisi yang ada dalam shampo. Jangan sampai ternyata shampo yang Anda gunakan mengandung bahan yang justru akan merusak rambut dan menimbulkan masalah baru pada rambut Anda. Sebelum memilih shampo, Anda perlu mengenali jenis atau tekstur rambut Anda terlebih dahulu. Tekstur rambut seperti rambut lurus, keriting, tipis, kuat, rapuh, mengembang (bervolume) dan sebagainya. Dari mengerti jenis atau tekstur rambut Anda tersebut, dapat menyesuaikan dengan jenis shampo yang Anda pilih atau gunakan. Karena beberapa shampo diperuntukkan berdasarkan jenis atau tekstur rambut penggunanya. Kenali masalah-masalah rambut, khususnya untuk masalah rambut yang Anda alami. Sperti rambut serta kulit kepala yang kering, rambut yang cenderung berminyak, rambut yang berketombe dan masalah rambut lainnya. Masalah rambut yang Anda keluhkan dapat menjadi cara dalam memilih jenis shampo yang tepat. Nah, demikian beberapa pembahasan mengenai keramas dan menjaga rambut agar tetap sehat. Semoga beberapa tips di atas dapat membantu Anda dalam menjaga kesehatan rambut Anda. Karena rambut yang sehat juga berpengaruh pada penampilan serta kesehatan tubuh Anda. Selamat mencoba beberapa tips di atas, semoga berhasil dan terima kasih.