Waktu Posting : 23-05-2014 22:36 | Dibaca : 2293x
01-07-2014 12:53
Penyakit peredaran darah pada manusia kerapkali jadi pemicu utama seorang alami pergantian dalam badan mereka, kelainan pada penyakit ini amatlah bermacam. Kelainan atau penyakit pada system peredaran manusia dikarenakan oleh berbagai aspek yakni aspek keturunan serta aspek bukan hanya keturunan. Sistem peredaran darah adalah satu diantara sistem organ yang paling utama yang bertanggungjawab untuk melakukan aktivitas utama spesifik. Sistem ini terdiri pada darah, pembuluh darah, serta jantung. Seluruh komponen ini memerankan utama dalam tugas normal dari hati manusia serta sistem peredaran darah dengan cara menyeluruh. Jantung memompa darah ke beragam organ lewat pembuluh darah, dimana oksigen serta nutrisi didistribusikan ke bagian-bagian badan. Menurut riset medis, penyakit serta masalah pada sistem peredaran darah menyumbang angka kematian paling tinggi dibanding dengan penyakit lain. Disusul oleh unsur keturunan atau unsur genetik yang mengakibatkan penyakit sistem peredaran darah pada manusia. Oleh karenanya, dengan angka yang begitu besarnya maka amat perlu untuk kita guna lebih mengetahui sistem peredaran darah. Baca juga : Mengenal Penyebab Xerostomia (Bibir Kering) dan Cara Mencegahnya Peranan utama dari sistem peredaran ialah untuk memasok oksigen, hormon, serta nutrisi utama yang lain ke beberapa sel badan serta jaringan. Dalam siklus ini, pula melakukan pekerjaan menukar karbon dioksida dengan oksigen. Tiap-tiap masalah atau penyimpangan dalam siklus peredaran darah mengakibatkan keadaan medis, yang bisa ringan hingga kronis. Untuk rekomendasi Anda, di bawah ini ialah daftar masalah sistem peredaran darah. 1. Angina Angina, ditandai dengan berat serta berulang ketidaknyamanan dada serta nyeri, dikarenakan lantaran kurangnya pasokan darah atau suplai oksigen pada otot jantung. Pada intinya, itu diwujudkan selaku komplikasi yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah. Angina kerap dikira semacam sinyal peringatan serangan jantung yang bakal datang. Jadi, itu mesti dibawa ke dokter secepat mungkin. 2. Aritmia Tanda-tanda utama aritmia jantung ialah irama jantung yang tak teratur, dimana jantung berdetak tak normal, baik pada tingkat lebih lambat atau lebih cepat. Dalam lazimnya kejadian, ditemukan jadi persoalan bawaan serta hasil dari cacat jantung. Menurut tingkat keparahan aritmia, obat, prosedur bedah, serta menanamkan alat picu jantung yang diadopsi dalam rencana untuk mengatur irama jantung. 3. Aterosklerosis Aterosklerosis ialah persoalan aliran darah, disebabkan akumulasi timbunan lemak dalam dinding pembuluh darah, khususnya arteri. Dengan kata lain, arteri teristimewa di pengaruhi oleh aterosklerosis. Sepanjang jangka waktu, arteri mengeras serta dinding kehilangan elastisitasnya. Komplikasi aterosklerosis tergolong ke dalam penyakit jantung serta serangan jantung. 4. Cardiomyopathy Lain dalam daftar penyakit serta masalah sistem peredaran darah terhitung kardiomiopati, yang dikarenakan lantaran melemahnya otot jantung atau miokardium. Pada fase awal, otot-otot ventrikel atau otot ruangan jantung yang lebih rendah dipengaruhi. Bila tak diobati, menyebar ke otot-otot jantung atas. Dalam kejadian yang kronis, kardiomiopati bisa mengakibatkan gagal jantung kongestif serta kematian. 5. Bawaan jantung cacat Semacam arti jalan, cacat jantung bawaan muncul pada waktu lahir serta bisa berat atau ringan. Janin barangkali memperlihatkan perubahan yang tak komplit atau abnormal organ jantung, mengakibatkan tanda-tanda seperti murmur jantung pada bayi. Pemicu pasti penyakit jantung bawaan ini belum ditemukan. Dalam berbagai kejadian, persoalan genetik ini mengakibatkan cacat, sedangkan yang lain berkembang tiada dalih apa pun. Baca juga : Sekilas Tentang Penyakit Kanker Tulang 6. Penyakit arteri koroner Penyakit arteri koroner, pula diketahui semacam penyakit jantung koroner, selama ini adalah penyakit yang paling umum dari sistem peredaran darah didiagnosis yang pada orang dewasa. Hal semacam ini dikarenakan lantaran aterosklerosis, yakni, akumulasi plak di dinding arteri koroner, yang dengan cara tak langsung mengakibatkan kerusakan suplai darah ke jantung. Penyakit arteri koroner ialah pemicu utama kematian di penjuru dunia. 7. Hipertensi Hipertensi atau disebut juga dengan tekanan darah tinggi merupakan masalah lain yang kerap didiagnosis dari sistem peredaran darah, disini, tensi darah (sistolik serta diastolik) membaca terus berkelanjutan lebih tinggi dari tingkat yang direferensikan normal. Bila tak dilaksanakan sesuai waktunya, hipertensi mengakibatkan rusaknya pada jantung serta pembuluh darah, hingga menambah resiko serangan jantung serta penyakit jantung yang lain. 8. Hiperkolesterolemia Seperti namanya menandakan, hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi ditandai dengan tingkat kolesterol tinggi, ada dua tipe utama dari kolesterol, yakni low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat serta high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Hadirnya jumlah tinggi kolesterol jahat (LDL) menambah resiko penyakit jantung serta stroke. Penambahan statistik penyakit system peredaran darah khususnya disumbang oleh pola hidup saat ini repot, kurang kegiatan fisik, serta rutinitas makan yang tak sehat. Konsekuenssinya, obesitas, stres, merokok, serta rutinitas tak sehat yang lain adalah aspek resiko utama penyakit sistem peredaran. Diagnosis awal, intervensi terapi yang benar, serta menganut pola hidup sehat amat perlu untuk memerangi penyakit serta masalah yang terkait dengan masalah tugas sistem peredaran darah.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula
02-06-2014 01:29
Bagi anda yang baru saja melahirkan sang buah hati, perawatan pasca melahirkan penting untuk dilakukan. Selama masa kehamilan, pastinya anda akan mengalami banyak perubahan fisik, maupun mental. Beberapa perubahan fisik diantaranya adalah bertambahnya berat badan, kaki menjadi bengkak dan emosi yang stabil. Menurut dr. Ardiansjah Dara SpOG, pada masa kehamilan, ibu hamil akan sering mengalami pegal dan sesak nafas. Untuk itu, untuk mengembalikan kondisi tubuh ke posisi yang prima, beberapa macam perawatan perlu untuk dilakukan. Perawatan-perawatan tersebut penting dan sangat dianjurkan, tidak hanya untuk mengembalikan bentuk tubuh, juga agar hubungan suami dan istribisa tetap harmonis. Baca juga : Apa saja Manfaat Juice Sirsak? Masa Nifas Beberapa jenis perawatan pasca melahirkan yang perlu dilakukan diantaranya adalah puasa bercinta paling tidak selama enam bulan. Masa tidak bercinta dengan suami setelah melahirkan ini disebut dengan masa nifas. Masa puasa bercinta dalam masa nifas ini penting untuk menghindari timbulnya infeksi atau gangguan kesehatan lain seperti pendarahan pada organ intim terutama bagi kaum perempuan. Ini dikarenakan seusai melahirkan, organ intim perempuan membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat mengembalikan fleksibilitasnya. Dan tentunya untuk menghindari infeksi saat terjadi penetrasi. Alasan lain adalah, saat melahirkan, akan masih ada darah kotor yang perlu dikeluarkan. Sehingga, darah kotor (apabila terjadi infeksi) akan terkena bakteri, membuat bau yang tidak sedap. Perawatan lain selain berpuasa dalam urusan bercinta adalah dengan melakukan diet. Diet ini berbeda dengan diet menurunkan berat badan pada umumnya. Di sini, seuasi melahirkan, anda akan diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung kadar protein, zat besi, serat dan kalsium yang tinggi. Asupan kalori 2700 kalori perhari pun penting untuk dipenuhi.Biasanya, gangguan kesehatan paling umum adalah wasir. Untuk sebab itu, dengan mengkonsumsi banyak serat, wasir diharapkan bisa cepat hilang. Selain mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi di atas, memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya juga perlu dilakukan. Anda bisa minum tiga liter air putih serta dua liter susu setiap harinya. Baca juga : Cara Melakukan Perawatan Kulit Berjerawat Perawatan Kerampang Itu Penting Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah perawatan kerampang. Kerampang, atau dalam istilah medisnya disebut dengan perineum, adalah selaput pembatas antara anus dan vagina. Pada saat melahirkan, selaput tersebut akan melebar, sehingga memudahkan jalan lahir. Tidak jarang ada kemungkinan kerampang malah sobek. Untuk sebab itu, pasca melahirkan, sangat dianjarkan para ibu untuk memijat kerampang. Selain merawat tubuh di atas, perawatan dari sisi psikologis juga perlu dijalankan. Biasanya, ibu yang baru saja melahirkan akan mudah emosi karena stress. Post partum blues, kelelahan, kurang tidur adalah penyebab stress. Anda bisa merawat dengan ke spa, pergi ke salon atau berbelanja. Lakukan perawatan yang menghilangkan penat sebagai bagian perawatan pasca melahirkan.