Waktu Posting : 07-08-2017 14:24 | Dibaca : 2601x
07-06-2014 20:40
Jerawat memanglah tidak membahayakan nyawa, namun cukup mengganggu tampilan. Wajah yang semula bersih serta mulus jadi ternoda oleh tonjolan-benjolan kecil. Seringkali, wajah yang penuh jerawat membuat kita jadi kurang percaya diri serta kurang yakin diri. Tetapi, walau mengganggu, janganlah sembarangan menyingkirkan jerawat. Alih-alih hilang, bahkan bakal menyebabkan iritasi kulit serta membekas yang malah sulit di hilangkan. Nyaris tiap-tiap orang sempat merasai persoalan dengan jerawat. Walau umum dihadapi pada saat remaja serta pubertas, tidak tidak sering persoalan jerawat juga berlanjut sampai dewasa. Jerawat merupakan peradangan menahun yang berlangsung lantaran terjadi penyumbatan pori-pori kulit yang disebabkan produksi kelenjar minyak terlalu berlebihan serta penumpukan beberapa sel kulit mati. Secara alami, minyak dihasilkan tubuh untuk menajga kelembaban serta kesehatan kulit. Namun produksi minyak terlalu berlebih bisa menyebabkan jerawat. Asal tak mengalami infeksi, jerawat sesungguhnya bisa pulih sendiri. Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Sendi Wajah, bahu, dada, lengan serta punggung sisi atas, leher dan pantat merupakan bagian-bagian tubuh yang kerap diterpa jerawat lantaran mempunyai banyak kelenjar minyak. Berikut ini sejumlah aspek jadi pemicu jerawat kerap timbul pada kulit kita : • Kosmetik, penggunaan kosmetik yang tak pas bisa mengakibatkan jerawat. • Hormon, penambahan produksi hormon membuat keadaan tak seimbang hingga jerawat bisa nampak. Umumnya berlangsung lantaran stres, waktu mendekati siklus haid serta pada waktu saat remaja atau pubertas. Hormon yang mengakibatkan jerawat ialah androgen. • Genetik. Bila orang tua mempunyai jerawat lantaran produksi kelenjar minyak yang berlebihan, maka besar kemungkinan bakal menjalani penurunan pada anak. • Pola hidup tak sehat, rutinitas merokok, minum alkohol, kurang tidur serta terlampau banyak pikiran bisa menambah hormon androgen yang menjadi penyebab jerawat. • Mikroorganisme, bakteri yang masuk ke susunan kulit bisa mengakibatkan jerawat. Bakteri menyebarkan toksin serta membunuh beberapa sel baik dan berkembang biak ditempat itu, hingga terjadi peradangan serta nampak jerawat. Mencegah aspek-faktor penyebab jerawat sebagai sisi dari pola hidup serta kebiasaan keseharian memanglah dapat jadi jalan keluar untuk menjauhkan diri dari persoalan jerawat yang lebih serius. Umpamanya, dengan rajin membersihkan muka tiga kali satu hari untuk menyingkirkan sel kulit mati, kotoran, bekas rias muka serta keringat. Baca juga : Kulit Manggis dan Jenis Kanker yang Mematikan Tetapi yang paling efisien dikerjakan ialah menghalangi bakteri pemicu jerawat, meredakan peradangan serta mencegah produksi sebum/minyak yang terlalu berlebih. Untuk menghalangi proliferasi bakteri pemicu jerawat, pakailah produk pembersih yang berteknologi anti-bacterial adhesive. dan untuk mengurangi sekresi sebum serta meredakan peradangan serta zinc PA gunakan nicotinamide. Kecuali itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan tipe perawatan yang cocok sesuai dengan tipe serta keadaan kulit, dan jenis jerawat, terlebih apabila jerawat yang Anda alami cukup kronis, telah meradang serta tidak kunjung pulih sendiri. Juga diharap untuk tak memegang serta memencet jerawat supaya tak mengalami infeksi serta meninggalkan noda hitam di wajah Yang pasti, untuk memperoleh kulit sehat bebas jerawat dan parut yang diakibatkan pasca peradangan, diperlukan rangkaian tindakan yang terus-menerus serta tak bisa dikerjakan pada kurun waktu hanya semalam. Jangan anggap menjaga kulit menjadi sebuah beban. Seperti tubuh yang butuh makan, kulit juga perlu perwatan yang jitu serta terus-menerus.
05-07-2014 19:26
Kanker payudara tetap jadi momok untuk golongan wanita. Tidak mengherankan sebab kanker itu paling umum ditemukan diantara wanita. Kanker payudara merupakan penyakit dengan jumlah kejadian paling banyak, dan jadi satu dari beberapa pembawa kematian penting yang ditimbulkan kanker. Masalah itu lantaran kebanyakan penderita kanker payudara berkunjung untuk berobat pada stadium lanjut. Meski sebetulrnya, jika terdeteksi awal serta secepatnya diterapi, sebenarnya kanker dapat dikalahkan. Karenanya, Anda dapat melaksanakan kontrol payudara sendiri (SADARI) dengan cara teratur pada 7-10 hari sesudah hari pertama menstruasi. Pada saat itu, kepadatan payudara menyusut. Lakukan tiap-tiap satu hingga tiga bulan satu kali. Namun agar jangan SADARI jadi menukar jadwal kontrol payudara fisik oleh dokter serta jadwal mammografi. Baca juga : Ketahuilah, Hipertensi Merusak Organ Tubuh Secara Diam-diam Dibawah ini terdapat beberapa langkah dari Yayasan Kanker Indonesia yang dapat Anda ikuti waktu Anda lakukan SADARI : 1. Berdiri tegak. Perhatikan apabila bentuk dan permukaan kulit payudara mengalami adanya perubahan, pembengkakan serta/atau pergantian pada puting. Janganlah cemas apabila wujud payudara kanan serta kiri tak simetris. 2. Angkat ke-2 lengan ke atas, tekuk siku serta posisikan tangan di belakang kepala. dorong siku ke depan serta perhatikan payudara; serta dorong siku ke belakang serta perhatikan wujud ataupun ukuran payudara. Otot dada Anda dengan sendirinya berkontraksi waktu Anda lakukan gerakan ini. 3. Posisikan ke-2 tangan pada pinggang, miringkanlah pundak Anda ke arah depan agar payudara menggantung, serta dorong ke-2 siku Anda ke arah bagina depan, kemudian kencangkanlah atau kontraksikanlah otot dada Anda. Baca juga : Waspadai, Dehidrasi Ringan Mengancam Produktivitas 4. Angkat lengan kiri ke atas, serta tekuk siku hingga tangan kiri memegang sisi atas punggung. Dengan memakai ujung jari tangan kanan, raba serta tekan ruang payudara, dan perhatikan semua sisi payudara kiri sampai ke ruang ketiak. Laksanakan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran serta gerakan lurus dari arah pinggir payudara ke puting, serta sebaliknya. Ulangilah gerakan yang sama pada payudara kanan Anda. 5. Cubit ke-2 puting. Perhatikan apabila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter kalau hal semacam itu berlangsung. 6. Pada posisi tiduran, tempatkan bantal dibawah pundah kanan. Angkat lengan ke atas. Perhatikan payudara kanan serta kerjakan tiga pola gerakan seperti pada awalnya. Dengan memakai ujung jari-jari, tekan semua sisi payudara sampai ke seputar ketiak. Ulangilah langkah ini pada bagian yang berlawan, untuk mencermati payudara samping kiri.
14-09-2017 07:14
Ciri-ciri Penyakit Diabetes pada Wanita - Penyakit Diabetes Melitus adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah atau glukosa yang jauh di atas normal. Dan glukosa itu sendiri sangat penting perannya bagi kesehatan tubuh manusia karena sebagai sumber energi yang utama baik bagi otak maupun bagi sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun terhadap wanita, ada beberapa ciri yang khusus. Ada baiknya mengetahui gejala-gejala terserang penyakit diabetes yang terjadi pada setiap orang, yaitu sebagai berikut : Meningkatnya rasa haus Meningkatnya rasa lapar Sering buang air kecil Sering merasa kelelahan Berat badan turun tanpa sebab Merasa mual dan muntah-muntah Mulut terasa kering Kulit terasa gatal Kemampuan melihat berkurang Proses penyembuhan luka berlangsung lama Di samping gejala-gejala di atas yang secara umum, terdapat gejala yang khusus yang terjadi pada wanita, yaitu : Infeksi pada area vagina Infeksi jamur di area organ intim wanita Mengalami gangguan fungsi hormonal Seringkali mengalami depresi Kadar kolesterol yang dimiliki lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria Mengalami polycystic ovary syndrome atau kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur Apabila terdapat gejala-gejala di atas namun terkadang tidak disadari, sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapat diagnosa yang pasti. Dan bagi yang telah terdiagnosa menderita sakit diabetes jangan berkecil hati. Tak ada salahnya mencoba obat diabetes alami yaitu dengan mengkonsumsi buah mengkudu . Buah mengkudu telah terbukti khasiatnya dalam menyembuhkan penyakit diabetes. Mengkudu memiliki kandungan seperti vitamin, serat alami, kalium, fosfor serta kandungan nutrisi lainnya yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Selain itu juga mengandung antioksidan yang tinggi sehingga dapat membantu dalam proses penyembuhan diabetes.