Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS

Additional Image

Waktu Posting : 28-04-2014 21:50 | Dibaca : 5979x

Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS  - Respon internasional terhadap penyakit HIV/AIDS ini cukup besar yang dibuktikan dengan program penurunan penyakit seksual ini dalam bentuk program kesehatan WHO yaitu MDG’S 2015 (Millenium Development Government’s 2015). Program ini secara langsung ditujukan untuk mengurangi kesakitan serta kematian akibat penyakit HIV/AIDS. Selain itu, juga diberikan pengarahan terhadap orang – orang disekitar penderita untuk tidak menjauhi serta mengucilkan penderita penyakit HIV/AIDS karena penyakit ini tidak mampu menular hanya dengan sentuhan fisik biasa. Pengarahan yang dilakukan ini tentunya menjadi poin penting para petugas kesehatan untuk mampu memberitahukan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit HIV/AIDS, cara penularan penyakit HIV/AIDS, pencegahan penyakit HIV/AIDS serta melakukan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS ini mungkin dapat anda lihat dalam ulasan berikut ini, yaitu :

Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak  

Apa itu penyakit HIV/AIDS?

       Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat. HIV merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit seksual satu ini. Sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh kalangan ODHA( orang dengan HIV/AIDS) ini dinamakan dengan AIDS ( Acquired Immune deficiency Syndrome).  Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa HIV merupakan jenis virusnya sedangkan penyakit seksual ini dinamakan dengan AIDS. Mungkin kedua pengertian ini banyak disalah artikan oleh masyarakat sehingga dengan artikel ini anda dapat memahami dengan mudah mengenai kedua kata ini yang sebenarnya memiliki definisi yang berbeda.

Apa penyebab penyakit seksual ini?

Penyakit seksual yang mematikan serta tidak dapat disembuhkan ini disebabkan oleh beberapa perilaku yang tidak sehat. Diantara beberapa perilaku yang tidak sehat ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini :

1.      Melakukan hubungan seksual yang berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom.

2.      Melakukan hubungan seksual yang menyimpang melalui oral maupun anus.

3.      Melakukan injeksi jarum suntik secara bergantian. Hal ini sebenarnya banyak dialami para ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) yang melakukan konsumsi narkoba suntik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati – hati terhadap penggunaan jarum suntik dengan memastikan terlebih dahulu sterilitas jarum suntik. 

Bagaimana cara penularan penyakit ini?

Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit menular seksual yang memiliki masa inkubasi paling lama. Masa inkubasi dalam rentang yang lama ini dikaitkan dengan sistem kerja virus yang memang menyerang sel CD4 yang berperan penting dalam ketahanan atau kekebalam tubuh individu, sehingga apabila virus ini sudah masuk dalam tubuh anda maka anda akan mudah terserang beberapa bibit penyakit lainnya. Untuk itu, anda perlu melakukan pencegahan penularan virus ini. Sebelum melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara penularan virus ini. HIV bisa menular melalui :

Baca juga : Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman  

a.       Cairan seksual

Dalam berhubungan intim sebaiknya anda tidak melakukannya dengan banyak orang karena kesehatan organ reproduksi seseorang itu tidak bisa dipastikan secara langsung.  Jika anda melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pengaman maka secara langsung cairan seksual tersebut menular pada anda.

b.      Injeksi narkoba suntikan

Cairan suntikan yang digunakan secara bergantian ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS dikarenakan HIV bisa menular melalui darah sehingga ketika anda melakukan injeksi secara langsung dan bergantian maka tentunya anda akan berisiko untuk tertular penyakit satu ini.

c.       Melalui cairan darah

Cairan darah ODHA merupakan perantara yang pasti menyebabkan terjadi penyakit HIV/AIDS. Untuk itu, anda yang sedang ingin melakukan transfuse darah perlu berhati – hati dalam menggunakan darah orang lain tersebut.

Bagaimanakah cara pencegahan penyakit HIV/AIDS?

Untuk mencegah terjadinya angka kesakitan penyakit HIV/AIDS yang meningkat maka anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya yaitu

1.      Pastikan anda dan pasangan anda hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja atau tidak berganti – ganti pasangan.

2.      Melakukan hubungan seksual yang wajar dengan menghindari seksual melalui oral maupun anus.

3.      Melakukan injeksi suntikan yang steril dan tidak berganti – ganti.

4.      Mendekatkan diri kepada sang khalik untuk mempertebal iman.

5.      Melakukan transfuse darah yang memang sudah di screening dari HIV.

Bagaimana cara pengobatan penyakit HIV/AIDS?

1.      Dengan melakukan VCT atau tes HIV/AIDS secara dini

2.      Melakukan konsumsi ARV untuk mengembalikan efektivitas trombosit anda

3.      Melakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom

4.      Tidak melakukan injeksi suntikan secara bergantian dengan orang lain

5.      Melakukan pengobatan serta konsultasi tentang penyakit HIV/AIDS yang teratur dengan petugas kesehatan


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Yuk Kenali Tanda-tanda Demensia

26-05-2014 07:40

Sudah di ketahui bahwasanya, daya kekuatan intelektual kaum lanjut usia akan makin menyusut bersamaan dengan pertambahan umur. Mereka kerapkali sudah merasakan situasi yang dimaksud dengan demensia (lupa serta mengakibatkan tidak tahu lagi). Situasi ini ketika menyebabkan kita turut prihatin, lantaran beberapa dari mereka yang lanjut usia nyatanya biasanya tidak dapat lagi mencapai beberapa hal yang bernilai bahagia didalam diri dia sendiri maupun didalam keluarganya ; berhubung ada sistem penuaan alamiahnya (aging). Sebut saja tanda-tanda rasa sedih, kerap “cekcok” atau rewel, peka juga jadi pemarah. Mereka yang tengah dalam sistem penuaan tadi disebutkan menjalani situasi yang diberi nama demensia. Jika dilihat dari jumlah populasi, nyatanya kaum lanjut usia yang terhitung dalam kelompok demensia jumlahnya cukup besar. Serta pada tingkat setelah itu, mereka yang menderita demensia ini nyatanya condong punya potensi untuk mengganggu kesejahteraan atau kebahagiaan beberapa anak-anak dan cucu-cucunya. Timbullah satu pemikiran bagaimana kita dapat menolong mereka (kamu lanjut usia yang sudah berusia di atas 70 th.) itu, untuk dapat mendapatkan satu rasa kebahagiaan, baik dalam pergaulan dengan pasangannya maupun dalam keluarganya.   Baca juga : Jenis-jenis Makanan yang dapat Menghilangkan Stres Pemikiran untuk membantu mereka : Menurut data ilmiah, kekuatan intelektual pada kaum lanjut usia dengan umur di atas 70 th. itu, bisa ditolong supaya mereka tetap dapat tahu serta mengerti apa makna sejahtera serta bahagia. Tulisan ini diantaranya menyampaikan satu pengalaman klinis dalam usaha menolong sebagian orang lanjut usia yang sudah berumur 70 th. lebih, di mana awal mulanya mereka datang berobat pada penulis lantaran mereka kerap mempunyai situasi hati yang kesal serta kerap bertengkar mulut atau pertikaian dengan pasangannya serta juga punya niat bercerai. Mereka kerap menyampaikan lupa atau mengulang-ngulang persoalan yang sama juga. Beberapa dari lanjut usia menderita tanda-tanda pikun (demensia), karakter yang tidak ingin beralih serta kaku, awal mulanya (tidak ingin untuk beralih keputusannya. Berpendirian bahwasanya pasangannya, dirasakan oleh mereka semacam musuh) ; namun pada tingkat selanjutnya, sesudah bisa dinaikkan potensi kekuatan intelektualnya atau status perbaikannya di bagian demensianya, maka ia lebih dapat mengerti ada nilai rukun serta bahagia. Juga pada mereka yang sudah memiliki cucu, mereka memiliki pendapat bahwasanya mereka akan tambah baik keadaannya bila berpisah dari cucu-cucunya. Situasi ini lantaran mereka sudah menjalani demensia; serta susah untuk tahu atau menangkap satu pengertian yang dia anggap baru juga yang agak sedikit abstrak (contoh : rasa malu apabila dipandang oleh cucunya apabila mereka berkali-klai marah, terlebih tiada argumen yang pasti ; kekuatan pemahaman rasa hati dari orang lain dan kerap menyampaikan bahwasanya ia lupa atau kelupaan). Jadi ada satu kekhasan sendiri juga, di mana penggunaan obat penyakit neurodegeneratif nyatanya benar-benar perlu, untuk mendukung pengobatannya (psikoterapi), di mana mereka dapat tahu – mengerti serta menghayati ada rasa kangen – rukun serta sejahtera dan bahagia. Tulisan ini semacam satu kajian informatif untuk orang kebanyakan; yang diandalkan dapat untuk menambah kwalitas kehidupan individu pada umur lanjut.   Baca juga : Khasiat Magis Kulit Manggis Pada akhir tingkatan terapi, nyatanya mereka dapat rukun serta malahan lebih rukun lagi serta terlebih mereka dapat mengecap ada satu rasa kebahagian dalam hati mereka baik dengan cara perseorangan maupun dengan cara keseutuhan dalam keluarga itu. Rasa hati ini dikemukakan oleh pasangan tadi. Ada satu potensi yang sudah di kembangkan atau dibangkitkan. Karena terpikir bahwasanya Nilai Kebahagiaan yang dapat dirasakan serta dihayati oleh mereka, butuh sekali ada satu “terapi” untuk menambah potensi atau daya kekuatan si pasien supaya mereka dapat tahu serta merasai dan menghayati kebahagiaan itu. Pada masalah dengan situasi demensia, terlebih yang telah berat, kekuatan intelektual di dalam diri mereka untuk tahu perihal situasi pribadi mereka atau daya insight, akan menjalani penurunan. Serta sesudah memperoleh obat untuk melakukan perbaikan situasi neurodegeneratif sel otaknya, kemampuannya beralih ke arah yang lebih baik atau bisa disebutkan lebih ke arah menyembuh. Pada kaum lanjut usia yang sudah berusia di atas 70 th akan banyak mulai merasakan demensia. Situasi ini akan dapat membaik atau ke arah menyembuh, yaitu bilamana mengunakan obat untuk menangani demensianya atau obat penyakit neurodegeneratifnya, supaya dapat lebih berproduktif serta dapat sanggup menikmati situasi bahagia. Situasi sejahtera serta bahagia itu benar-benar utama untuk tiap-tiap orang, terlebih untuk mereka yang lanjut usia.

Featured Image
Olahraga Yang Cocok Dengan Usia Anda

12-06-2014 07:27

Tak seluruh jenis olahraga dapat dilakukan oleh seluruh umur. Tentukan yang sesuai supaya tak membahayakan diri sendiri. Mengukur kekuatan olahraga bukan hanya dari kekuatan untuk mengerjakannya. Teratur tidaknya Anda olahraga, berat tubuh dan umur juga mempengaruhi, lho. Anda pasti tetap ingat sebagian masalah kematian yang menimpa kaum artis, saat selesai melaksanakan olahraga. Agar terlepas dari beberapa hal yang tak dikehendaki waktu olahraga, baiknya tentukan olahraga yang sesuai dengan umur Anda. Di bawah ini ialah ketentuan-aturan olahraga menurut umur.   Baca juga : Mengetahui Serba-serbi Kanker Payudara Umur 20-an Umur 20-an ialah umur di mana metabolisme manusia tengah ada di puncak paling tinggi. Pada umur ini badan mempunyai kekuatan untuk bekerja sangat optimal. Mereka yang ada pada umur ini tidak bermasalah untuk melaksanakan macam olahraga apa pun. Walau begitu, latihan yang teratur terus mesti dilakukan untuk bikin badan gampang menyesuaikan. Umur 30-an Pada umur ini orang gampang tertipu. Umumnya lantaran semangat serta kekuatan paling tinggi yang didapat pada umur 30-an, banyak yang berasumsi tetap mempunyai kekuatan sama di umur 30-an. Walau sebenarnya masuk umur 30-an adalah tanda keadaan badan menjalani penurunan. Seperti bantalan antar ruas tulang punggung, saat masuk umur 30-an terjadi penurunan, hingga fungsinya juga jadi tak optimal. Jenis olahraga yang pas dilakukan baiknya terkonsentrasi pada olahraga kardio, seperti jogging, bersepeda santai, atau berenang jarak menengah.   Baca juga: Ada Apa Di Balik Terapi Pijat   Umur 40 serta 50-an Masuk umur ini, olahraga permainan atau kompetitif seperti sepakbola baiknya memanglah telah tak dilakukan lagi. Terkecuali Anda betul-betul mempunyai kesehatan ekstra. Kaum pakar merekomendasikan mereka yang ada di umur ini lebih konsentrasi melaksanakan olahraga tai-chi, yoga, santai, pilates, jogging ringan, dan jalan kaki. Umur diatas 60-an Pada umur ini seluruh tugas organ badan telah terjadi penurunan perannya. Anda yang ada di umur ini terus diharap untuk waspada dalam melaksanakan olahraga yang paling mudah sekalipun. Tetapi, memutuskan tak bergerak juga sama bahayanya. Tai chi serta Yoga umpamanya, tetap dapat dilakukan seandainya jeli menentukan gerakan.

Featured Image
Penyebab dan Cara Mengobati Diabetes dengan Tanaman Obat

22-09-2017 00:50

Diabetes adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang sulit untuk disembuhkan. Diabetes dapat terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh sangat tinggi. Penyebab diabetes ini yaitu karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin yang sangat bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula dalam darah sehingga kadar gula tersebut semakin menumpuk. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin, yaitu : Pola makan yang salah dan tidak sehat Pola makan tidak sehat merupakan penyebab diabetes paling umum. Mengkonsumsi makanan yang manis, berlemak dan berminyak sangat berpotensi menyebabkan obesitas karena lemak menumpuk dalam tubuh. Penumpukan lemak ini akan membuat metabolisme tubuh tidak bekerja dengan benar termasuk mengganggu kinerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Faktor genetik Diabetes juga bisa saja merupakan penyakit turunan dimana orang tersebut memiliki keluarga yang terkena diabetes. Selain itu menurut penelitian mengatakan jika orang ras Asia lebih rentan terkena diabetes dibanding dengan ras lainnya. Faktor usia Diabetes akan lebih rentan terjadi pada seseorang yang sudah beranjak tua. Hal ini terjadi akibat frekuensi aktivitas fisik orang tersbeut sudah mulai berkurang serta olah raga pun semakin jarang. Hal ini akan menyebabkan obesitas dan mengganggu sistem kinerja pankreas.   Obat Herbal Diabetes yang ampuh yaitu : Daun Mangga Daun mangga mengandung senyawa tanin yang mampu mengobati diabetes dalam fase awal. Daun mangga juga mengandung senyawa tarakserol -3 beta dan etil asetat yang mampu mempertahankan jumlah produksi hormon insulin sehingga kadar gula dalam darah akan terkontrol. Kumis Kucing Kumis kucing mengandung senyawa minyak atsiri, myoinotisol serta saponin yang mampu mengaktifkan sel beta pankreas sehingga mampu membuat pankreas tetap sehat dan memproduksi insulin. Senyawa sapofonin, kalium dan sinensetin dalam kumis kucing juga mampu berperan sebagi anti-inflamasi untuk proses penyembuhan luka dan peradangan yang tidak kunjung sembuh. Daun Sirsak  Obat herbal diabetes  lainnya yaitu dengan menggunakan daun sirsak karena mengandung fruktosa, Vitamin A, kalsium dan protein yang semuanya mengandung nutrisi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Mengkudu Mengkudu sangat ampuh digunakan sebagai obat herbal diabetes. Walaupun rasanya yang kurangenak dan aromanya yang menyengat namun buah mengkudu memiliki manfaat yang luar biasa untuk menyembuhkan diabetes. Kandungan proxeroni dalam buah mengkudu mampu menurunkan kadar gula dalam darah.

...